SUKABUMISATU.com – Suasana pagi yang tenang di Kampung Cipanggulaan, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, mendadak gempar. Sebilah plastik hitam yang tergeletak di tengah kebun bambu milik warga bukan berisi sampah, melainkan nyawa mungil yang baru saja menghirup udara dunia. Senin pagi, (02/03/2026).
Sekitar pukul 06.00 WIB, seorang buruh harian lepas bernama Apen (54) sedang melangkah menuju tempat kerja. Langkahnya terhenti saat matanya menangkap sesuatu yang janggal di bawah rimbun pohon bambu milik Pak Udin. Sebuah kantong plastik hitam tampak bergerak samar.
Merasa tak enak hati, Apen tak berani membuka bungkusan itu sendirian. Ia memanggil Enjang, warga sekitar, untuk memastikan isi di dalamnya. Alangkah terenyuhnya hati mereka saat plastik itu dibuka: seorang bayi laki-laki mungil, tanpa sehelai benang pun, meringkuk di dalamnya.
Kondisi Masih Berdarah dan Bertali Pusar
Bayi malang itu ditemukan dalam kondisi yang memilukan. Tubuh kecilnya masih dipenuhi noda darah, dan tali pusarnya pun belum terpotong—menandakan ia baru saja dilahirkan ke dunia sebelum ditinggalkan begitu saja di tanah lembap kebun bambu.
”Warga langsung bergerak cepat. Pak RT Dadan dan warga lainnya segera mengevakuasi bayi tersebut ke Puskesmas Parungkuda agar segera mendapat pertolongan medis,” lapor Kapolsek Parungkuda, AKP Erman, S.H., dalam keterangan resminya kepada Kapolres Sukabumi.
Beruntung, sang bayi memiliki semangat hidup yang kuat. Meski dibuang di tempat terbuka dalam kondisi rentan, hasil pemeriksaan medis menunjukkan bayi tersebut dalam keadaan sehat.
”Bayi berjenis kelamin laki-laki, tinggi badan 50 cm dengan berat 2,9 kg. Saat ini kondisinya stabil dan masih dalam perawatan intensif petugas medis di Puskesmas Parungkuda,” tambah AKP Erman.
Polisi Buru Pelaku
Kehadiran bayi mungil ini menyisakan luka di hati warga yang menyaksikannya. Bagaimana mungkin seorang anak manusia yang tak berdosa ditinggalkan tanpa identitas di tengah kebun.
Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Parungkuda kini tengah bergerak cepat melakukan penyelidikan. Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) telah dilakukan, dan sejumlah saksi, termasuk Ketua RT dan RW setempat, telah dimintai keterangan.
”Kami sedang melakukan identifikasi dan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) untuk mengungkap siapa yang tega membuang bayi ini. Dugaan sementara, bayi ini sengaja dibuang segera setelah dilahirkan,” tegas AKP Erman.
Kini, bayi laki-laki yang belum memiliki nama itu menjadi “anak” bagi warga dan petugas puskesmas yang merawatnya dengan kasih sayang. Sementara itu, polisi terus menelusuri jejak pelaku di balik peristiwa memilukan di awal Maret ini.
Reporter: Suhendi Soex
Editor: Demi Pratama Adiputra









