Rekonstruksi Pembunuhan Profesor di Cicantayan Sorot Kejanggalan, Polisi Ungkap Motif Utang Rp200 Juta

Reka ulang adegan kasus pembunuhan Profesor di Cicantayan Sukabumi. Jumat, (16/10/26).

SUKABUMISATU.com, Cicantayan – Rekonstruksi kasus dugaan pembunuhan terhadap Ronald P Pallangan di Kampung Bakti, Desa Cimahi, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, menyisakan tanda tanya besar bagi pihak keluarga. Meski polisi telah mengamankan tersangka tunggal dan mengungkap motif di balik kejahatan tersebut, keluarga menilai ada sejumlah keterangan pelaku yang tidak sesuai dengan kebiasaan korban.

​Dalam reka ulang yang digelar pada Jumat (16/10/2026), sebanyak 17 adegan diperagakan oleh tersangka Paulus Agus Linggi. Anak korban, Devie Aprilianti, mengaku menemukan sejumlah hal janggal saat menyaksikan jalannya rekonstruksi, terutama terkait keterangan tersangka mengenai penggunaan tangan kiri dan letak senjata airsoft gun milik ayahnya.

​”Dari tadi BAP tersangka itu sedikit menyimpang dari apa yang saya ketahui dari almarhum. Airsoft gun milik korban biasanya disimpan di dalam koper, sementara koper dan tas berada di kolong tempat tidur saat ditemukan. Jadi, ya, janggal aja,” ungkap Devie seusai menyaksikan rekonstruksi.

Baca Juga  Polisi Selidiki Kasus Pembobolan ATM di Cibadak Sukabumi

​Devie juga tak mampu menahan emosi saat melihat adegan pembekapan yang menewaskan ayahnya. Ia menyebut korban yang menderita sakit saraf terjepit sangat mempercayai Paulus, bahkan sempat mempercayakan kartu ATM beserta nomor PIN kepadanya.

​”Pas dibekap aja, itu paling membuat perasaan saya campur aduk. Almarhum selalu WA ke saya bahwa Paulus ini orang paling baik. Tapi kami serahkan sepenuhnya ke proses hukum dan berharap hukuman seberat-beratnya,” tegas Devie.

​Kronologi dan Hasil Otopsi Polisi

​Kanit Reskrim Polsek Cibadak, Ipda Agus Murtadho, menjelaskan bahwa jasad korban pertama kali ditemukan oleh anaknya pada Jumat (25/9/2026) dalam kondisi membusuk di dalam rumah yang terkunci dari dalam.

Baca Juga  Kronologi Ketua BPD Karangtengah Cibadak Ditemukan Tewas Tergantung di Rumahnya

​”Hasil otopsi menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan akibat tekanan benda tumpul. Korban dibekap hingga mengalami luka di pipi kanan-kiri, pundak, serta luka gigitan di bibir,” jelas Ipda Agus Murtadho.

​Berdasarkan hasil penyelidikan dan otopsi, polisi mengarahkan kecurigaan kepada Paulus Agus Linggi, seorang asisten rumah tangga (ART) yang juga oknum pendeta asal Toraja. Pelaku diketahui kabur ke Sulawesi Selatan usai menguras uang korban.

​”Pelaku berhasil kita tangkap di Makassar pada 29 September sekitar pukul 21.00 WITA. Motifnya karena pelaku terdesak utang di kampung halamannya, lalu nekat membunuh dan menguras uang dari rekening korban lebih dari Rp200 juta,” terang Ipda Agus.

​Polisi memastikan Paulus merupakan pelaku tunggal dalam kasus pembunuhan dosen sekaligus profesor tersebut. Dari tangan tersangka, petugas menyita barang bukti berupa handphone dan kartu ATM milik korban.

Baca Juga  Perang Sarung Pakai Celurit, Sejumlah Remaja Diamankan Petugas di Cibadak Sukabumi

​Saat ini, pihak kepolisian tengah merampungkan berkas perkara untuk dilimpahkan ke kejaksaan guna proses persidangan di pengadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *