SUKABUMISATU.com – Bagi wargi Sukabumi yang beraktivitas di luar ruangan pada hari ini, Senin (13/7/2026), bersiaplah menghadapi teriknya matahari. Namun di sisi lain, Anda mungkin juga menyadari bahwa beberapa malam terakhir, suhu udara di Sukabumi terasa lebih dingin dari biasanya, bahkan sempat menyentuh angka 16 derajat Celsius.
Kondisi kontras—sangat panas di siang hari namun menusuk tulang di malam hari—merupakan pertanda kuat bahwa wilayah Sukabumi dan sekitarnya mulai memasuki puncak musim kemarau.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di seluruh wilayah Jawa Barat hari ini akan didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan sepanjang hari. Berdasarkan data Stasiun Klimatologi Jawa Barat per pukul 06.00 WIB, fluktuasi suhu udara cukup ekstrem, yakni berada di kisaran minimum 15 derajat hingga maksimum 34 derajat Celsius.
Penjelasan Ilmiah di Balik Suhu Dingin Malam Hari
Fenomena udara dingin di malam hari saat musim kemarau ini sering disebut oleh masyarakat luas sebagai fenomena bediding. Secara ilmiah, ada dua faktor utama yang menyebabkan kondisi cuaca ini terjadi:
- Pergerakan Monsun Australia: Saat ini, benua Australia sedang mengalami musim dingin. Pola tekanan udara yang tinggi di Australia memicu pergerakan massa udara dingin dan kering menuju wilayah Indonesia (termasuk Jawa Barat) yang dikenal sebagai Angin Monsun Timur.
- Pendinginan Radiasi (Radiational Cooling): Pada musim kemarau, tutupan awan di langit sangat minim (cerah). Di siang hari, ketiadaan awan membuat radiasi matahari langsung menghantam permukaan bumi, menyebabkan suhu melonjak hingga 34 derajat Celsius. Sebaliknya, saat malam tiba, ketiadaan awan membuat panas bumi (radiasi gelombang panjang) terlepas bebas ke angkasa tanpa ada “selimut” awan yang menahannya. Hal inilah yang membuat suhu udara di Sukabumi bisa anjlok hingga belasan derajat pada malam hingga dini hari.
Detail Prakiraan Cuaca Hari Ini
Untuk memudahkan rencana aktivitas Anda, berikut detail prakiraan cuaca wilayah Sukabumi dan Jawa Barat:
- Pagi Hari (07.00 – 13.00 WIB): Cerah hingga berawan mendominasi. Udara pagi mungkin masih menyisakan hawa dingin, namun akan berangsur menghangat.
- Siang hingga Sore (13.00 – 19.00 WIB): Kondisi cuaca tetap cerah hingga cerah berawan. Terik matahari akan terasa sangat menyengat. Belum ada potensi hujan yang signifikan.
- Malam hingga Dini Hari (19.00 – 07.00 WIB): Cuaca cenderung cerah hingga berawan, dan suhu udara akan kembali menurun drastis.
- Tingkat kelembapan udara terpantau berada di angka 30 hingga 90 persen. Sementara itu, angin Monsun Timur diprediksi berhembus cukup kencang dari arah Timur hingga Tenggara dengan kecepatan mencapai 5 hingga 40 kilometer per jam.
Melihat fluktuasi suhu yang cukup ekstrem ini, warga diimbau untuk selalu menjaga kondisi fisik. Cukupi kebutuhan air minum untuk menghindari dehidrasi saat beraktivitas di bawah paparan matahari langsung, dan siapkan jaket atau selimut tebal untuk menghadapi hawa dingin di malam hari.
Reporter: Mawaldi
Editor: Demi Pratama Adiputra
