Indeks

Permudah Akses Pelajar dan Warga, Koarmada RI Siagakan Perahu Karet di Sungai Cimandiri Sukabumi

Perahu Karet Bantuan TNI AL untuk warga sekitar Leuwi dinding Jampangtengah.

SUKABUMISATU.COM, JAMPANGTENGAH — Deru arus Sungai Cimandiri tak lagi terdengar begitu menakutkan bagi warga Kampung Leuwidinding. Sejak jembatan gantung yang menjadi urat nadi mereka putus dihantam banjir dan longsor akhir Desember 2025 lalu, langkah kaki anak-anak sekolah dan para petani sempat terhenti. Dunia mereka seolah terbelah.

​Namun, asa itu kembali tersambung. Sebuah perahu karet kokoh berwarna abu-abu kini bersandar di tepian sungai selebar 40 meter tersebut. Perahu ini bukan sekadar alat transportasi, melainkan benteng keamanan baru bagi warga yang harus menyeberang demi melanjutkan hidup.

​Bantuan darurat ini datang langsung dari Dinas Potensi Maritim (Dister) Komando Armada RI TNI Angkatan Laut. Tidak hanya perahu, mereka juga memboyong sepasang dayung, pompa, serta enam unit pelampung keselamatan untuk memastikan warga menyeberang tanpa rasa cemas.

​”Melihat dampak bencana ini, kehadiran perahu karet sangat mendesak. Pimpinan kami memerintahkan untuk segera membawa sekoci karet ini agar aktivitas masyarakat Kampung Leuwidinding, Desa Tanjungsari yang mau menyeberang ke desa tetangga di Gunungguruh tidak lumpuh,” ujar Kasub Daya Guna Dister Koarmada RI, Letkol Laut (P) Hendra Astawan kepada awak media.

Gotong Royong Menjaga Napas Kehidupan

​Menariknya, kehadiran TNI AL di sini bukan untuk mengambil alih, melainkan memeluk masyarakat lewat kolaborasi. Mengingat medan sungai yang dinamis, operasional perahu karet ini diatur dengan sistem gotong royong yang menyentuh hati. Warga lokal tidak hanya menjadi penonton; mereka dilatih langsung oleh personel TNI AL dan BPBD Kabupaten Sukabumi agar mahir menjadi operator perahu yang andal.

​”Rencananya bantuan ini akan terus siaga sampai jembatan gantung yang baru selesai dibangun. Karena perahu karet butuh perawatan ekstra, kami akan bergantian sebulan sekali dengan perahu karet milik BNPB/BPBD. Kami juga bersinergi dengan Kepala Desa, Koramil, dan Polsek setempat,” tambah Letkol Hendra.

​Melihat warganya kembali bisa tersenyum dan beraktivitas, Camat Jampangtengah, Chaerul Ichwan, tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Baginya, pemandangan anak-anak yang bisa kembali melintasi sungai dengan aman adalah sebuah kemewahan pasca-bencana.

​”Atas nama warga dan jajaran kecamatan, kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Koarmada RI dan BPBD Sukabumi. Dari awal bencana hingga hari ini, semua bersinergi. Alhamdulillah, warga kami yang menjadi operator juga sudah dilatih langsung bagaimana cara menyeberangkan orang dengan aman,” kata Chaerul dengan nada penuh syukur.

Menanti Jembatan Baru yang Kokoh

​Bagi warga yang membawa kendaraan bermotor, mereka sementara waktu harus memutar memanfaatkan jalur alternatif melintasi area PT SCG. Namun, penyeberangan sungai ini tetap menjadi pilihan utama yang paling humanis bagi pejalan kaki dan para pelajar.

​Kabar baiknya, masa-masa naik perahu ini tidak akan berlangsung selamanya. Proses perencanaan pembangunan kembali Jembatan Leuwidinding saat ini sudah memasuki tahap evaluasi matang oleh tim konsultan dari Koarmada RI dan BPBD.

​Sentuhan gotong royong pun semakin kental dengan masuknya dukungan pendanaan dari program CSR PT CMNP yang berkolaborasi dengan Pemkab Sukabumi.

​”Jenis jembatan yang akan dibangun nanti adalah yang terbaik dan paling aman berdasarkan kajian tim ahli. Kami berharap pembangunannya bisa segera direalisasikan demi kebaikan warga Jampangtengah dan Gunungguruh,” pungkas Chaerul.

​Di atas riak Sungai Cimandiri, perahu karet itu kini terus bergerak membelah arus. Mengantarkan mimpi-mimpi anak sekolah dan hasil bumi para petani, sembari menanti jembatan baru tegak berdiri.

Reporter: Suhendi Soex

Editor: Demi Pratama Adiputra

Exit mobile version