SUKABUMISATU.com, Cicurug — Sejumlah pedagang di Pasar Semi Cicurug, Kabupaten Sukabumi, mengeluhkan kondisi perdagangan yang belakangan dinilai semakin sepi. Penurunan jumlah pembeli disebut terjadi di tengah kondisi perekonomian masyarakat yang masih lesu.
Selain minimnya pembeli, pedagang juga menghadapi fluktuasi harga sejumlah kebutuhan pokok, mulai dari beras, sayuran, ikan, telur hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.
Salah seorang pedagang beras, Andi, mengatakan, perubahan harga kebutuhan di pasar merupakan kondisi yang kerap terjadi. Menurutnya, harga sejumlah komoditas mengalami kenaikan dan penurunan mengikuti kondisi pasokan serta permintaan.
“Kenaikan harga itu memang naik turun. Bukan beras saja, sayuran, ikan, telur dan kebutuhan lainnya juga sama. Pedagang banyak yang mengeluhkan kondisi ini,” kata Andi saat ditemui di Pasar Semi Cicurug, Selasa (22/9/2026).
Sementara itu, Kepala Pasar Semi Cicurug, Asep, mengatakan, kondisi harga di lapangan memang sempat mengalami kenaikan. Namun, menurutnya, harga sejumlah komoditas saat ini relatif kembali stabil.
“Sepengetahuan saya, memang kemarin ada harga yang naik, tapi selama ini sudah stabil lagi. Salah satunya karena pasokan yang lambat,” ujarnya.
Menurut Asep, persoalan perdagangan di pasar tidak hanya dipengaruhi oleh harga dan pasokan barang. Kondisi perekonomian masyarakat juga turut memengaruhi daya beli.
“Situasi kondisi perekonomian di tahun-tahun ini memang menurun. Kemudian sekarang juga sedang musim kemarau. Otomatis petani yang mungkin tidak bisa menanam padi juga menjadi salah satu kendala,” katanya.
Kondisi tersebut, lanjut Asep, secara tidak langsung berdampak terhadap aktivitas jual beli di pasar. Ketika pendapatan masyarakat menurun, frekuensi mereka berbelanja juga ikut berkurang.
“Langganan bukannya tidak mau datang ke pasar. Mereka juga sama, misalnya berjualan di kampungnya. Karena kondisi ekonomi sekarang sedang sulit, otomatis yang biasanya datang setiap hari untuk belanja juga berkurang,” jelasnya.
Asep mengakui adanya keluhan dari sejumlah pedagang terkait kondisi pasar yang lebih sepi dibandingkan biasanya. Namun, ia menilai kondisi tersebut merupakan bagian dari dampak situasi ekonomi yang saat ini dirasakan masyarakat.
Karena itu, ia meminta para pedagang tidak hanya menunggu keadaan kembali normal, tetapi juga melakukan berbagai upaya untuk mempertahankan pelanggan.
Menurutnya, pelayanan kepada pembeli harus terus ditingkatkan. Pedagang juga diminta menjaga kebersihan dan memastikan kualitas barang dagangan tetap baik.
“Pelayanan harus dijaga. Kita harus terbuka, bersih, kemudian kualitas barang juga harus diperhatikan. Kalau barangnya jelek, tentu orang tidak akan mau belanja,” tegasnya.
Ia juga mengimbau para pedagang agar tetap sabar dan tidak mudah menyerah menghadapi kondisi perdagangan yang belum kembali ramai.
“Yang penting kita sabar, berdoa dan terus berusaha. Namanya kita mencari nafkah, rezeki itu kembali lagi kepada usaha kita,” ujarnya.
Kepada masyarakat dan pelanggan pasar, Asep mengajak agar hubungan antara pedagang dan pembeli tetap dijaga dengan baik sehingga aktivitas perdagangan di pasar dapat terus berjalan.
“Kita harus saling menghargai, menjaga usaha kita dengan baik dan melihat situasi kondisi. Jangan mudah menyerah, tetapi tetap sabar dan berusaha,” pungkasnya.
