Kesadaran Buang Sampah Masih Rendah, Efri Darlin Dachi: Lingkungan Sukabumi Terancam Tercemar

Efri Darlin M Dachi, Pengacara Hukum dan Lingkungan Hidup.

SUKABUMISATU.com — Permasalahan sampah hingga saat ini masih menjadi tantangan besar dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di wilayah Sukabumi. Rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga dinilai menjadi pemicu utama ancaman pencemaran lingkungan.

​Hal tersebut disampaikan oleh pemerhati lingkungan, Efri Darlin M Dachi pada Sukabumisatu.com disela kesibukannya. Menurutnya, kebiasaan membuang sampah sembarangan tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga berdampak buruk pada ekosistem dan memicu bencana.

​”Kurangnya kesadaran masyarakat dalam membuang dan mengelola sampah dengan benar dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, saluran air tersumbat, hingga meningkatkan risiko banjir,” ujar Efri Darlin M Dachi saat memberikan keterangannya, Sabtu (10/10/2026).

​Penanganan Sampah Butuh Peran Aktif Warga

​Berdasarkan pantauan di lapangan, sampah plastik, sisa makanan, dan berbagai jenis limbah rumah tangga masih kerap ditemukan menumpuk di tepi jalan, selokan, hingga aliran sungai.

Baca Juga  Ironi di Tegalbuleud: Anak Korban Kekerasan Seksual Melahirkan, Ayah Miskin 'Kaya Raya' di Atas Kertas

​Efri menegaskan bahwa penanganan masalah ini tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pihak pemerintah maupun petugas kebersihan semata.

​”Kondisi ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif dari seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.

​Ia menambahkan, salah satu faktor utama persampahan sulit terurai adalah kebiasaan warga yang enggan memilah sampah dari sumbernya. Padahal, pemilahan sampah dari rumah memiliki potensi ekonomi dan ekologi yang tinggi.

​”Padahal, sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik tertentu dapat didaur ulang menjadi barang yang memiliki nilai guna,” jelas Efri.

Baca Juga  Dugaan Skandal ASN Disperkim Sukabumi: Saling Lapor Pasal Perzinahan hingga Penganiayaan Berat

​Terapkan Prinsip 3R dan Edukasi Sejak Dini

​Untuk menanggulangi persoalan yang kian meresahkan ini, Efri mendorong adanya langkah kolaboratif antara pemerintah dan warga. Hal ini meliputi penyediaan sarana tempat sampah yang memadai, giat kerja bakti berkala, serta edukasi masif mengenai prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

​Ia juga mengimbau warga untuk mulai melakukan aksi nyata dari rumah masing-masing:

  1. ​Membawa tas belanja sendiri saat berbelanja.
  2. ​Mengurangi konsumsi plastik sekali pakai.
  3. ​Memilah sampah rumah tangga sebelum dibuang.
  4. ​Stop membuang sampah ke sungai atau saluran air.

​”Kesadaran menjaga lingkungan perlu ditanamkan sejak dini, baik melalui keluarga, sekolah, maupun lingkungan masyarakat. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak positif bagi kebersihan dan kelestarian alam,” pungkas Efri.

Baca Juga  Benarkah Ai Mengganggu Pasokan Air Bersih Dunia?

​Kesimpulan: Menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Dengan meningkatnya kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat, Sukabumi yang bersih, sehat, dan nyaman bagi generasi mendatang dapat terwujud.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *