Indeks

Kebakaran Sampah di Karangtengah Cibadak Bikin Kaget Warga, Api Nyaris Melalap Lahan Perukiman

Kebakaran lahan pertanian di Karangtengah Cibadak. Selasa, (18/08/2026).

SUKABUMISATU.com, CIBADAK – Peristiwa kebakaran akibat aktivitas pembakaran sampah kembali membuat panik warga di Kabupaten Sukabumi. Kali ini, kobaran api dan kepulan asap membumbung tinggi di wilayah Kampung Karang Hilir, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Selasa (18/08/2026) siang sekira pukul 12.10 WIB.

​Pantauan di lokasi, hembusan angin dan cuaca terik di tengah musim kemarau membuat material sampah kering serta rumput di area lahan cepat membara. Sisa abu dan debu hasil pembakaran bahkan beterbangan hingga menghujani pemukiman di sekitarnya.

​Salah seorang warga sekitar, Ajis Iskandar (30), mengaku kaget saat menyadari hujan abu pembakaran masuk hingga ke bagian atap rumahnya.

​”Saya lagi di rumah, tiba-tiba banyak debu bekas rumput terbakar beterbangan ke atas rumah. Terus ada suara warga teriak-teriak nanya siapa yang bakar sampah,” ujar Ajis kepada SUKABUMISATU.com di lokasi kejadian.

​Ajis menceritakan, kekhawatiran warga memuncak mengingat lokasi kebakaran berada cukup dekat dengan area permukiman dan rumah makan. Jika tidak segera diantisipasi, kobaran api dikhawatirkan merambat dan membesar.

​”Takutnya kan lagi musim kemarau gini, api cepat merambat ke mana-mana. Apalagi dekat restoran juga. Waktu itu sempat kepikiran kalau makin besar mau langsung koordinasi panggil Damkar,” tambahnya.

​Melihat insiden tersebut, Ajis mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Cibadak, untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak membakar sampah secara sembarangan selama musim kemarau.

​”Harapannya buat warga, kalau musim kemarau gini harus lebih waspada. Kalaupun bakar sampah minimal ditungguin sampai padam betul, jangan disepelekan. Api itu awalnya kecil, tapi kalau dibiarkan bisa jadi besar dan membahayakan,” tegasnya.

​Hingga berita ini diturunkan, warga bergotong-royong memastikan kobaran api padam sepenuhnya agar tidak memicu titik api baru di area rumput kering tersebut.

Reporter: Suhendi Soex

Editor: Demi Pratama Adiputra

Exit mobile version