Indeks

Jeritan Warga Mandrajaya Ciemas Terancam Kekeringan: Mengangkut Air 3 Km, Berharap Sentuhan Pemerintah

Warga Kampung Cicariu RT 03/RW 03, Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas setiap hari mengangkut air sejauh 3 km.

SUKABUMISATU.com, Ciemas – Duka akibat musim kemarau kembali menyelimuti warga pelosok Kabupaten Sukabumi. Sebanyak 40 Kepala Keluarga (KK) di Kampung Cicariu RT 03/RW 03, Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas, kini harus berjuang keras demi mendapatkan setetes air bersih untuk menyambung hidup sehari-hari.

​Saban hari, tawa anak-anak dan hiruk-pikuk desa tergantikan oleh derak jeriken dan ember plastik yang diangkut warga. Mereka terpaksa menempuh perjalanan berat sejauh kurang lebih 3 kilometer menuju sumber air di kawasan Ciletuh demi memenuhi kebutuhan dasar memasak, mencuci, dan minum.

​Perjuangan Fisik dan Peluh di Tengah Kemarau

​Di bawah terik matahari yang menyengat, tak sedikit ibu-ibu dan lansia yang harus menjinjing ember berisikan air melintasi jalanan terjal. Kondisi kering kerontang membuat sumur-sumur warga di Cicariu tak lagi memancarkan air.

​Ibadah dan aktivitas harian warga terganggu, sementara biaya serta tenaga yang dikeluarkan untuk mengambil air bersih kian menguras stamina masyarakat setempat.

​Tokoh Masyarakat Berharap BPBD Turun Tangan

​Tokoh masyarakat Kampung Cicariu, Aben, mengungkapkan betapa memprihatinkannya kondisi yang dialami oleh 40 KK di wilayahnya. Menurutnya, bantuan darurat dan solusi jangka panjang sangat mendesak untuk disalurkan sebelum krisis ini kian parah.

​”Kondisi di tempat kami sudah sangat memprihatinkan. Warga harus jalan jauh sekitar 3 kilometer ke Cileutuh hanya untuk mengambil air. Kasihan ibu-ibu dan orang tua yang tiap hari harus bolak-balik bawa jeriken,” ujar Aben pada sukabumisatu.com saat ditemui di lokasi, Rabu (16/09/2026).

​Aben menegaskan, warga sangat berharap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi dapat segera turun ke lokasi untuk meninjau langsung penderitaan warga Kp Cicariu.

​”Kami sangat memohon bantuan kepada BPBD Kabupaten Sukabumi agar bisa melihat langsung kondisi kami di sini. Kami berharap BPBD dapat memberikan rekomendasi teknis ke dinas terkait—baik Dinas PU, Perkim, maupun dinas terkait lainnya—supaya ada tindak lanjut yang nyata,” tegas Aben.

​Dibutuhkan Bantuan Pompa Disel dan Pipanisasi

​Lebih lanjut, Aben menjelaskan bahwa solusi paling efektif yang dibutuhkan warga saat ini adalah bantuan mesin pompa disel serta pipanisasi (pipa paralon) sepanjang kurang lebih 3 kilometer untuk mengalirkan air dari sumber Ciletuh langsung ke pemukiman warga di Kampung Cicariu RT 03/RW 03.

​”Kalau ada bantuan mesin pompa disel dan pipa paralon sekitar 3 kilometer, air dari sumber bisa ditarik langsung ke kampung. Ini akan sangat menolong 40 KK di sini agar tidak perlu lagi memikul air jauh-jauh setiap hari,” pungkasnya penuh harapan.

​Warga Desa Mandrajaya kini hanya bisa berharap agar jeritan dan aspirasi mereka didengar oleh pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait, sehingga krisis air bersih yang melanda pesisir Ciemas ini dapat segera teratasi.

Reporter: Maulana Yusuf

Editor: Chuba Yusuf

Exit mobile version