SUKABUMISatu.com, Cibadak — Mengantisipasi potensi banjir dan longsor saat musim hujan, pemuda bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cibadak turun langsung membersihkan sampah, selokan, drainase hingga gorong-gorong di wilayah RW 17, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jumat (2/10/2026).
Aksi gotong royong yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut digelar melalui kegiatan Jumat Bersih (Jumsih) PK KNPI Kecamatan Cibadak dalam rangka World Clean Day.
Kegiatan ini melibatkan PK KNPI Cibadak, Karang Taruna Kecamatan Cibadak, Kecamatan Cibadak, Koramil 0607-11/Cibadak, Bhabinkamtibmas, BPBD dan P2BK Kecamatan Cibadak, Satpol PP serta masyarakat.
Ketua PK KNPI Kecamatan Cibadak, Royan Aries, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari langkah mitigasi bencana sejak dini.
“Ini dalam rangka mencegah dan mitigasi bencana banjir. Jadi KNPI bersama Forkopimcam melakukan kegiatan bersih-bersih di area RW 17 dan jalan protokol,” kata Royan.
Menurutnya, kegiatan serupa akan dilakukan secara berkelanjutan. PK KNPI Kecamatan Cibadak menargetkan aksi kebersihan dapat dilaksanakan dua kali dalam sebulan dengan menyasar wilayah berbeda.
“Selanjutnya berkelanjutan, sebulan dua kali kita akan melaksanakan ini,” ujarnya.
Antisipasi Banjir dan Demam Berdarah
Selain membersihkan saluran air, kegiatan tersebut juga menyasar titik-titik lingkungan yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Royan mengatakan, langkah itu sekaligus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya penyakit yang ditularkan melalui nyamuk, termasuk demam berdarah dengue (DBD).
“Iya betul, untuk mengantisipasi demam berdarah juga,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong semakin banyak pemuda untuk terlibat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Saya mengajak semua pemuda untuk mencintai lingkungannya, menjaga dan melestarikan lingkungan sekitar,” tuturnya.
TNI Ingatkan Warga Bersihkan Saluran Sebelum Hujan
Sementara itu, Babinsa Koramil 0607-11/Cibadak, Serma Aprias Supriatna, mengatakan gotong royong menjadi salah satu langkah penting untuk mengantisipasi dampak musim hujan.
Menurutnya, kondisi selokan, drainase dan gorong-gorong perlu diperhatikan sejak sebelum hujan dengan intensitas tinggi turun, sehingga aliran air tidak terhambat akibat sampah maupun material lainnya.
“Alhamdulillah kita bersama-sama bersinergi, membangun sinergisitas untuk kerja bakti di Jumat Bersih ini. Salah satunya adalah perhatian kita terkait masalah selokan, drainase supaya karena sebentar lagi akan musim hujan datang, kita antisipasi itu,” ungkap Serma Aprias.
Ia menyebut kegiatan kerja bakti tidak hanya berlangsung di satu titik. Berdasarkan keterangannya, kegiatan kebersihan juga dilakukan di wilayah RW 1 hingga RW 29 sesuai wilayah masing-masing.
“Dari RW 1 sampai dengan RW 29 semuanya kerja bakti di wilayahnya masing-masing. Antisipasi akan ada musim hujan nantinya,” jelasnya.
Serma Aprias menegaskan, sampah yang menumpuk dan saluran air yang tersumbat dapat meningkatkan risiko terjadinya persoalan lingkungan, termasuk banjir dan longsor.
“Betul, untuk banjir, longsor dan akibat sampah yang menumpuk. Dan juga kita imbau masyarakat supaya bersama-sama kita gotong royong untuk menjaga lingkungan,” pungkasnya.
Kegiatan Jumsih tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk melakukan mitigasi bencana dari tingkat lingkungan. Dengan membersihkan saluran air dan mengurangi timbunan sampah, masyarakat diharapkan dapat meminimalkan potensi penyumbatan saat musim hujan tiba.
Reporter: Suhendi Soex
