SUKABUMISATU.COM, Parakansalak — Paguyuban Bakar 98 menggelar kegiatan dalam rangka memperingati hari jadi ke-7. Kegiatan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan berlangsung di wilayah Lebak Picung, Desa Lebaksari, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (29/8/2026).
Acara tersebut tidak hanya menjadi agenda internal Bakar 98, tetapi juga digelar atas dorongan masyarakat dan tokoh masyarakat setempat yang menginginkan adanya kegiatan bersama yang bersifat positif sekaligus mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan.
Ketua Umum Bakar 98, Uje, mengatakan kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tamu undangan dari berbagai unsur masyarakat. Jumlah tamu undangan diperkirakan mencapai sekitar 500 orang.
“Kurang lebih tamu undangan itu 500. Para ketua organisasi juga kami undang. Termasuk Pak Dewan dan Pak Wakil Bupati, meskipun kami belum tahu apakah beliau bisa hadir atau tidak,” ujarnya.
Uje menjelaskan, dirinya dipercaya oleh rekan-rekan, masyarakat, serta tokoh masyarakat setempat untuk menjadi Ketua Umum Bakar 98. Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi tanggung jawab untuk terus membina dan mengarahkan generasi muda agar terlibat dalam kegiatan yang positif dan bermanfaat.
Ia menuturkan, nama Bakar 98 memiliki kepanjangan Bakti Karya. Bakti dimaknai sebagai bentuk pengabdian kepada orang tua, sedangkan karya diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Bakar itu singkatan dari Bakti Karya. Kita berbakti sama orang tua dan berkarya buat masyarakat. Jadi Bakar bukan hanya tulisan saja, tetapi memang ada kepanjangannya,” katanya.
Uje menegaskan, Bakar 98 bukan merupakan organisasi masyarakat (ormas), melainkan sebuah paguyuban atau forum yang menjadi wadah bagi generasi muda untuk mendapatkan arahan, pembinaan, serta melakukan berbagai kegiatan sosial.
“Memang Bakar itu rekan-rekan bergeraknya di sosial. Kita bukan ormas, ini hanya paguyuban, forum yang ingin anak-anak muda ini dibimbing. Kebetulan masyarakat dan tokoh masyarakat meminta saya untuk membina anak-anak muda di sini,” jelasnya.
Gelar Santunan untuk Anak Yatim
Dalam rangkaian peringatan hari jadi ke-7 tersebut, Bakar 98 juga menggelar kegiatan sosial berupa santunan dan berbagi kasih kepada anak-anak yatim.
Kegiatan tersebut telah dipersiapkan sejak jauh-jauh hari dengan target sekitar 150 penerima manfaat.
Menurut Uje, kegiatan sosial menjadi salah satu bentuk nyata keberadaan Bakar 98 di tengah masyarakat. Jumlah penerima santunan juga diupayakan terus meningkat dari tahun ke tahun.
Memasuki usia ke-7, Uje berharap seluruh anggota Bakar 98 semakin solid dan mampu menjadi contoh positif bagi komunitas lainnya.
“Harapan saya Bakar ini, rekan-rekan semakin solid dan bisa menjadi contoh buat komunitas yang lain dalam hal berbuat baik,” tuturnya.
Ia juga berpesan kepada seluruh anggota agar senantiasa menjaga kekompakan, meningkatkan iman dan takwa, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Di manapun kalian berada, selalu menjadi solusi, bukan menjadi masalah. Artinya kita harus menjadi bagian dari solusi, bukan menjadi bagian dari masalah,” pesannya.
Tak hanya kepada internal Bakar 98, Uje juga mengajak organisasi masyarakat dan komunitas lainnya untuk membangun sinergi dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
“Kepada rekan-rekan ormas yang lain, saya harapkan bisa bersinergi dengan Bakar ini, bisa bekerja sama dan saling bahu-membahu dalam kebaikan,” pungkasnya.
