SUKABUMISATU.com – Senyum Andre Tri Pabean (9) mungkin tak sebebas anak-anak seusianya yang asyik berlarian di gang-gang Kampung Cigereji, RT 002/RW 021, Kelurahan Cibadak. Sudah hampir setahun terakhir, bocah cilik ini harus berjuang melawan Acute Myeloid Leukemia (AML)—jenis kanker darah yang memaksanya rutin bolak-balik Sukabumi–Jakarta.
Dalam sebulan, Andre dan ibunya, Wiwik Puji Astutik (51), harus mendatangi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta sebanyak satu hingga tiga kali. Pengobatan memang telah ditanggung oleh Kartu Indonesia Sehat (KIS), namun biaya mobilisasi, ongkos perjalanan, dan operasional harian di ibu kota kerap menjadi ganjalan berat yang tak terelakkan.
Melihat perjuangan pantang menyerah keluarga ini, Pemerintah Kecamatan Cibadak turun tangan melalui program KOPI MASAL (Kolaborasi Peduli Masalah Sosial). Bergerak atas instruksi langsung Camat Cibadak, Mulyadi, S.Pd.I., KP., M.Si., tim gabungan lintas sektor menggelar asesmen langsung untuk mengurai kesulitan yang dihadapi keluarga Andre pada Rabu (21/10/2026).
Langkah cepat ini berawal dari laporan hangat pengurus RW 21 Lingkung Sari yang berkoordinasi dengan Lurah Cibadak, Kasi Pemerintahan Kecamatan Cibadak, hingga Puskesmas Sekarwangi.
Gotong Royong Demi Senyum Andre
Bagi Wiwik, mendampingi sang buah hati berobat adalah prioritas utama. Sementara ia mendampingi Andre bertarung menyembuhkan penyakitnya di Jakarta, usaha jualan sayur kecil-kecilan miliknya di Pasar Cibadak terpaksa diwakilkan kepada pekerja.
Kepedulian pun mengalir nyata dari berbagai pihak. Babinsa Kelurahan Cibadak, Serka Aprias Supriyatna, S.Kep., Ners., menyerahkan santunan tunai sebesar Rp1.050.000 untuk membantu meringankan beban harian keluarga. Tak berhenti di situ, Pemerintah Kelurahan dan Kecamatan Cibadak kini tengah mengupayakan fasilitasi armada transportasi khusus agar perjalanan Andre berobat ke RSCM Jakarta berjalan lebih aman dan nyaman.
Sebelumnya, tim Puskesmas Sekarwangi bahkan sudah bersiap melakukan home visit atau kunjungan kesehatan langsung ke rumah Andre, sebelum mendapat kabar bahwa sang anak tengah menjalani perawatan intensif di Jakarta.
Bisikan Haru dan Doa Seorang Ibu
Aksi cepat dan perhatian dari jajaran pemerintah setempat mengetuk pintu hati Wiwik. Dengan nada haru, ia menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas kepedulian yang dialirkan kepada putra ketiganya.
“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya selaku ibunya Andri Tri Fabian, pasien dengan diagnosis AML yang saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, mengucapkan beribu-ribu terima kasih kepada Bapak Koramil Cibadak, Bapak Lurah Cibadak, dan Bapak Camat Cibadak beserta seluruh jajaran yang sudah membantu mengupayakan bantuan untuk pengobatan anak saya,” tutur Wiwik tulus.
Bagi Wiwik, uluran tangan dari aparat kewilayahan hingga tingkat RT/RW bukan sekadar bantuan materi, melainkan suntikan semangat agar Andre terus berjuang untuk sembuh.
“Semoga amal kebaikan beliau-beliau ini mendapat balasan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Saya dan Andri mengucapkan banyak terima kasih. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,” tutupnya.
Melalui spirit KOPI MASAL, Pemerintah Kecamatan Cibadak membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah, TNI, Puskesmas, dan tokoh masyarakat bukan sekadar formalitas di atas kertas, melainkan wujud nyata kehadiran negara di tengah-tengah warganya yang sedang membutuhkan derapan langkah kepedulian.
