SUKABUMI – Mantan Ketua KPU Kabupaten Sukabumi, Ferry Gustaman, berharap Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Sukabumi 2026 berlangsung secara demokratis dengan menghadirkan lebih dari satu calon ketua.
Menurut Ferry, Partai Golkar merupakan salah satu partai politik yang hingga kini masih memberikan ruang bagi proses demokrasi internal, sehingga mekanisme aklamasi dinilai tidak sejalan dengan tradisi tersebut.
“Saya memandang Partai Golkar adalah salah satu partai yang masih menjaga kewarasan demokrasi dan tetap memberi ruang bagi suara akar rumput. Karena itu saya berharap Musda nanti tidak hanya menghadirkan calon tunggal,” kata Ferry dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis.
Ferry menilai, proses pergantian kepemimpinan di banyak partai politik saat ini cenderung didominasi oleh keputusan dari tingkat pusat atau bersifat top down. Menurutnya, kondisi tersebut membuat proses demokrasi internal partai semakin berkurang.
Ia mengatakan, apabila Musda Golkar Kabupaten Sukabumi hanya menghasilkan calon tunggal melalui mekanisme aklamasi, maka hal itu berpotensi menghilangkan salah satu identitas Partai Golkar sebagai partai yang masih menjaga tradisi demokrasi internal.
“Partai politik selama ini mengampanyekan demokrasi kepada masyarakat. Karena itu, demokrasi juga harus tetap hidup di dalam tubuh partai,” ujarnya.
Ferry menilai Golkar Kabupaten Sukabumi memiliki banyak kader yang layak bersaing memperebutkan posisi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi.
Menurutnya, nama pertama yang patut diperhitungkan adalah Bupati Sukabumi, Asep Japar. Ferry menilai Asep Japar memiliki pengalaman memimpin organisasi serta legitimasi politik sebagai petahana.
Selain Asep Japar, Ferry juga menyebut Ketua BPC HIPMI Kabupaten Sukabumi sekaligus anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Ferry Supriyadi, sebagai salah satu figur potensial.
Ia menilai Ferry Supriyadi mampu merepresentasikan generasi muda Golkar karena memiliki karakter yang komunikatif, luwes, dan dinilai berhasil membangun kedekatan dengan kalangan muda.
“Golkar ke depan perlu merangkul lebih banyak pemilih muda. Menurut saya, Ferry Supriyadi memiliki modal untuk itu,” katanya.
Nama lain yang disebut Ferry adalah Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar.
Menurutnya, pengalaman Budi Azhar sebagai anggota DPRD selama beberapa periode serta keberhasilannya meraih suara pribadi terbanyak di Kabupaten Sukabumi pada Pemilu 2024 menjadi modal politik yang kuat untuk memimpin partai.
Selain itu, Ferry juga menilai Nurman layak dipertimbangkan sebagai calon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi.
Ia mengatakan, pengalaman Nurman di kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, khususnya di bidang pemenangan pemilu, dinilai menjadi keunggulan dalam membangun konsolidasi organisasi dari tingkat pusat hingga daerah.
Ferry meyakini masih banyak kader Golkar lainnya yang memiliki kapasitas untuk memimpin partai. Menurutnya, banyaknya kader potensial merupakan kelebihan yang dimiliki Partai Golkar Kabupaten Sukabumi.
Ia berharap Musda Golkar menjadi ruang kompetisi yang sehat sehingga menghasilkan pemimpin dengan legitimasi yang kuat.
“Biarkan kader terbaik bersaing melalui gagasan, kapasitas, dan rekam jejak. Siapa pun yang terpilih nantinya akan memiliki legitimasi yang lebih kuat karena lahir dari proses yang demokratis,” katanya.
