Diduga Depresi Masalah Ekonomi, Wanita di Tegalbuleud Sukabumi Ditemukan Meninggal Tergantung

Tempat kejadian IRT akhiri hidupnya di Desa Nangela Kecamatan Tegalbuleud Sukabumi. Sabtu, (9/10/26).

SUKABUMISATU.com — Seorang ibu rumah tangga berinisial WNK (29) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Kampung Tonjong RT 018/005, Desa Nangela, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (10/10/2026) pagi. Korban diduga mengakhiri hidupnya akibat depresi terkait masalah ekonomi.

​Peristiwa memilukan tersebut pertama kali terungkap sekitar pukul 06.00 WIB. Kepala Desa Nangela, Sudin, mengonfirmasi kejadian yang mengejutkan warga setempat tersebut.

​Menurut keterangannya, kecurigaan berawal saat seorang tetangga korban, Muhidin (60), melihat rumah korban masih dalam kondisi terkunci rapat dan lampu luar rumah masih menyala meski hari sudah pagi.

​”Saksi merasa curiga lalu meminta cucunya, Akil (8), untuk mengecek ke dalam rumah dengan masuk melalui jendela samping yang tidak terkunci,” ujar Sudin saat dikonfirmasi.

Baca Juga  Mayat Pria Ditemukan Membusuk di Sungai Ciparanje, Diduga Warga Hilang Sejak Oktober

​Namun, alangkah terkejutnya sang bocah ketika masuk ke dalam rumah. Ia melihat korban sudah dalam keadaan tergantung di palang pintu menuju dapur menggunakan kain kerudung hitam dan tali plastik. Sontak, saksi kecil tersebut berlari keluar rumah melalui pintu depan sambil berteriak ketakutan memberitahu kakeknya.

​Warga yang mendengar teriakan tersebut langsung melapor ke pihak desa dan aparat setempat. Sekitar pukul 07.40 WIB, tim medis dari Puskesmas Tegalbuleud bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Pemdes setempat tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi korban.

​Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan

​Dari hasil pemeriksaan luar (visum et repertum) oleh petugas medis Puskesmas Tegalbuleud, tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan fisik pada tubuh korban. Kondisi jasad telah mengalami kaku mayat dengan indikasi khas medis setempat.

Baca Juga  Innalillahi! Warga Tegalbuleud Sukabumi Meninggal Dalam Kondisi Sujud di Atas Pohon Kelapa

​Diketahui, korban selama ini tinggal sendirian di rumah tersebut. Suaminya saat ini sedang bekerja merantau di Jakarta, sedangkan anak mereka tengah bermalam di rumah mertuanya.

​”Diduga kuat korban mengalami depresi akibat keterbatasan ekonomi. Pihak keluarga sudah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi,” jelasnya.

​Proses penandatanganan surat berita acara penolakan autopsi telah diselesaikan bersama Polsek Tegalbuleud. Jenazah selanjutnya dipulasara oleh tim medis dan aparat gabungan untuk segera dimakamkan oleh pihak keluarga.

​Catatan Redaksi: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi tindakan serupa. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami tekanan mental, depresi, atau memiliki pemikiran untuk mengakhiri hidup, segera konsultasikan ke pihak profesional seperti psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan terdekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *