Sabtu,14 Februari 2026
Pukul: 22:32 WIB

Dari Penerima Bantuan PKH Jadi Konten Kreator, Lastri Warga Tenjojaya Sukabumi Kini Mandiri “Panen” Rupiah

Dari Penerima Bantuan PKH Jadi Konten Kreator, Lastri Warga Tenjojaya Sukabumi Kini Mandiri “Panen” Rupiah

Sabtu, 14 Februari 2026
/ Pukul: 22:27 WIB
Sabtu, 14 Februari 2026
Pukul 22:27 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com, Cibadak – Peribahasa “roda nasib selalu berputar” bukan sekadar isapan jempol bagi Lastri Sulastri. Warga Kampung Cikuya RT 01/RW 01, Desa Tenjojaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi ini berhasil mengubah garis hidupnya dari seorang penerima bantuan sosial menjadi sosok mandiri lewat kreativitas di dunia digital.

​Dahulu, nama Lastri tercatat sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam Program Keluarga Harapan (PKH). Namun kini, ia memilih jalan pedang sebagai kreator konten yang mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah secara mandiri.

Bermodal Ponsel Sederhana dan Kedekatan Keluarga

​Langkah besar Lastri dimulai dari keberanian mencoba. Tanpa peralatan canggih, ia hanya memanfaatkan telepon genggam sederhana untuk merekam potongan-potongan kehidupan sehari-hari.

Baca Juga  Desa Tenjojaya Gelar Perayaan Hari Jadi ke-40, Angkat Seni Budaya dan Potensi Lokal

​Uniknya, Lastri tidak berjuang sendiri. Ia melibatkan anggota keluarganya dalam setiap proses kreatif, mulai dari penggalian ide hingga proses syuting. Nuansa hangat dan autentik inilah yang kemudian menjadi magnet bagi para penonton.

​”Konten-kontennya bertema drama dan komedi ringan. Sangat dekat dengan realitas masyarakat kita, penuh humor, sehingga orang merasa terhibur,” ujar salah satu warga sekitar yang mengikuti perkembangan kanal digital milik Lastri.

Peran Penting Pendamping Sosial

​Di balik kesuksesan Lastri, ada sosok yang terus membakar semangatnya. Ia adalah Asep Purnawan, atau yang akrab disapa Kang Awank, Pendamping Sosial PKH Kecamatan Cibadak. Kang Awank-lah yang meyakinkan Lastri bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah tembok permanen.

Baca Juga  Belum Resmi Dibuka, Bukit Panenjoan Cibadak Jadi Magnet Warga dan UMKM

​”Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pak Asep yang tidak pernah lelah memotivasi. Saat saya merasa ragu dan khawatir karena bantuan harus berhenti, beliau terus meyakinkan bahwa saya bisa berubah,” ungkap Lastri dengan nada haru.

Graduasi Mandiri: Memberi Ruang Bagi yang Lebih Membutuhkan

​Keberhasilan Lastri mencapai puncaknya saat kanal digitalnya, Sinta Thea, mulai termonetisasi. Merasa ekonominya sudah mulai stabil dan mandiri, Lastri mengambil keputusan besar yang menyentuh hati banyak orang.

​Secara sukarela, ia mengajukan diri untuk keluar dari kepesertaan bansos PKH (Graduasi Mandiri). Tujuannya mulia: agar kuota bantuan tersebut dapat dialihkan kepada warga lain di Desa Tenjojaya yang kondisinya jauh lebih membutuhkan.

Baca Juga  Optimalkan Dana Desa, BUMDes Jayamekar Tenjoyaya Luncurkan Program Pertanian Talas Pratama dan Sayuran Hidroponik

​”Ini adalah bukti nyata bahwa bansos bisa menjadi batu loncatan, bukan sandaran selamanya. Tekad dan kreativitas adalah kuncinya,” tambah Kang Awank.

​Kisah Lastri dari sudut Desa Tenjojaya ini menjadi pesan kuat bagi warga Sukabumi lainnya bahwa perubahan nasib diawali dari keberanian untuk mencoba hal baru.

Reporter: Suhendi Soex

Editor: Demi Pratama Adiputra

Related Posts

Add New Playlist