Bikin Sekolah Bebas Gangguan, Forkopimcam Sagaranten Bentuk Satgas Trantibum dan Duta Pelajar

Forkopimcam Sagaranten, Komite Sekolah dan Kepala Sekolah Se - Kecamatan Sagaranten berkumpul di Aula Kecamatan Sagaranten. Rabu, (14/10/26).

SUKABUMISATU.com, Sagaranten — Menanggapi potensi kerawanan sosial yang mengintai lingkungan pendidikan, Forkopimcam Sagaranten bersama unsur pendidikan bergerak cepat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Lingkungan Sekolah di Aula Kantor Kecamatan Sagaranten, Rabu (14/10/2026).

​Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk sinergi lintas sektor guna memagari generasi muda dari berbagai ancaman perilaku menyimpang, mulai dari tawuran pelajar, bullying (perundungan), hingga jeratan judi online dan miras.

​Camat Sagaranten, Hodan Pirmansyah, S.IP, M.Si., menegaskan bahwa penciptaan iklim belajar yang aman dan kondusif tidak bisa dibebankan kepada pihak sekolah semata, melainkan butuh komitmen kolaboratif dari seluruh pemangku kepentingan.

​”Rakor ini merupakan upaya kolaboratif untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif di Kecamatan Sagaranten,” ujar Hodan Pirmansyah usai kegiatan rapat.

Baca Juga  Sinergi Hijau! Yayasan Akar Pohon dan PLN Indonesia Power Tanam 5.831 Bibit di Sagaranten

​Rakor tersebut dihadiri lintas unsur pertahanan dan keamanan tingkat kecamatan, yakni jajaran Pemerintah Kecamatan Sagaranten, Koramil 2211 Sagaranten, serta Polsek Sagaranten. Tak hanya aparat, keterlibatan dunia pendidikan pun sangat masif.

​Tercatat perwakilan dari 30 sekolah tingkat SD, SLTP, hingga SMA/SMK se-Kecamatan Sagaranten hadir secara langsung. Unsur yang hadir meliputi Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah, Guru, Pengurus PGRI, Komite Sekolah, Pembina OSIS, hingga Kwaran Pramuka Sagaranten.

​Cegah Geng Sekolah Hingga Judi Online

​Dalam rakor tersebut, beberapa poin krusial menjadi penekanan utama, antara lain:

  • ​Pengawasan Jam Sekolah dan Pelajar: Memastikan keberadaan siswa pada jam belajar efektif.
  • ​Deteksi Dini dan Pencegahan: Memetakan potensi konflik antar pelajar atau antar sekolah sejak awal.
  • ​Sosialisasi dan Edukasi: Pembinaan berkala mengenai bahaya kenakalan remaja.
  • ​Ketertiban Lingkungan Sekitar Sekolah: Menjaga kondusivitas area sekitar sekolah dari aktivitas berisiko.
  • ​Pembentukan Satgas/Duta Trantibum: Tim khusus gabungan lintas unsur untuk merespons cepat potensi gangguan.
Baca Juga  Warga Hegarmanah Sumringah, 440 Sertifikat Tanah Redistribusi Resmi Dibagikan

​Hodan menambahkan, kenyamanan lingkungan belajar dapat diwujudkan secara maksimal apabila sinergitas dan deteksi dini berjalan beriringan di lapangan.

​”Kenyamanan lingkungan sekolah ini bisa terwujudkan secara bersama-sama dikarenakan pentingnya sinergitas, pengawasan, pencegahan, deteksi dini, sosialisasi, edukasi, dan pembentukan Satgas Trantibum guna menciptakan kenyamanan dan keamanan di lingkungan sekolah,” bebernya.

​Salah satu hasil konkret yang diharapkan lahir dari rakor ini adalah terbentuknya Satgas/Duta Trantibum Lingkungan Sekolah. Tim ini diproyeksikan menjadi benteng terdepan dalam membendung perilaku sosial negatif di kalangan pelajar.

​Ancaman yang menjadi sasaran pencegahan meliputi tawuran pelajar, aksi perundungan (bullying), geng sekolah, penyalahgunaan narkotika (Napza) dan minuman keras (miras), hingga paparan judi online serta konten game berbasis seksual dan kekerasan.

Baca Juga  Pastikan Malam Tahun Baru Kondusif, Forkopimcam Sagaranten Gelar Apel Siaga Gabungan

​”Diharapkan dengan terbentuknya Satgas/Duta Trantibum Lingkungan Sekolah ini, kita dapat sejak dini menghindarkan kerawanan dan perilaku sosial negatif di kalangan pelajar,” pungkas Hodan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *