SUKABUMISATU.com, Cibadak — Sore itu, Selasa (20/10/2026), hembusan angin di Kampung Tanjung Sari, RT 02/13, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak terasa sedikit lebih kering dari biasanya. Di balik teduhnya rindang pepohonan pinus, tak ada warga yang menduga bahwa sebuah ancaman nyata sedang mengintai tempat tinggal mereka.
Sekitar pukul 14.50 WIB, keheningan sore mendadak pecah. Seorang warga yang kebetulan melintas di area dekat bebatuan lahan pinus menaruh curiga pada kepulan asap tebal yang perlahan membumbung tinggi. Bukan sekadar asap pembakaran dedaunan biasa, gulungan asap itu kian membesar, dililit kobaran api merah yang dengan cepat melahap ilalang kering di sekitarnya.
Si jago merah mulai mengamuk, menghanguskan batangan demi batangan pohon pinus. Jarak api yang kian mendekati permukiman warga membunyikan alarm bahaya tersendiri.
”Diduga ada orang jail yang bakar sampah dekat alang-alang,” ungkap Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cibadak, Mawaldi. Satu tindakan ceroboh dari tangan yang tak bertanggung jawab, nyaris merenggut ketenangan puluhan kepala keluarga di Tanjung Sari.
Sontak, kepanikan kecil sempat melanda. Namun, rasa kebersamaan warga Cibadak tak membiarkan api menang begitu saja.
Kabar kebakaran tersebut dengan cepat menyatukan berbagai pihak di lapangan. Petugas Pemadam Kebakaran Posko V Cibadak meluncur ke lokasi, bahu-membahu bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, P2BK, serta puluhan warga setempat yang sigap mengulurkan tangan.
Perjuangan menjinakkan api rupanya tak berjalan mudah. Medan yang sulit dan akses jalan menuju titik api yang terbilang sempit memaksa petugas dan warga memutar otak. Kendaraan pemadam tak bisa leluasa mendekat, menuntut kesabaran serta ketangguhan ekstra dari tim gabungan di bawah terik dan kepungan asap menyengat.
”Luas area 30 hektare, yang kebakaran lahan diperkirakan kurang lebih 500 meter persegi,” jelas Mawaldi menggambarkan skala area yang harus diamankan.
Berkat kesigapan dan kegotongroyongan tanpa lelah, benteng api akhirnya berhasil dilokalisir. Tepat pukul 16.03 WIB, kepulan asap hitam mereda, digantikan lega dan rasa syukur yang menyeruak di antara rona lelah para petugas dan warga. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya sebelum sempat menyentuh satu pun atap rumah warga.
Meski lahan pinus seluas setengah rantai (500 meter persegi) harus menghitam terpanggang, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Kondisi lahan kini telah kembali terkendali dan berada dalam pemantauan ketat.
Peristiwa di Sekarwangi sore ini menjadi pengingat keras bagi kita semua: bahwa satu percikan api kecil dari sampah yang kita bakar sembarangan, bisa menjadi petaka besar yang mengancam keselamatan tetangga dan ruang hidup di sekitar kita. (dmy)
