Indeks

Alarm Perang Dunia III: Eskalasi Serentak di Asia Selatan dan Timur Tengah

Ilustrasi Konflik Dunia

SUKABUMISATU.com – Di saat Indonesia tengah berbenah dengan Program unggulan MBG nya, dinamika politik global di Timur Tengah dan Asia Selatan memberikan kejutan pahit. Dua konflik besar yang melibatkan Afghanistan-Pakistan serta Amerika Serikat-Iran kini berada di titik nadir, menjadi “bom waktu” yang mengancam stabilitas ekonomi hingga ke dapur warga Sukabumi.

​1. Pakistan vs Afghanistan: Pecahnya Kesabaran di Garis Durand

​Ketegangan di perbatasan sepanjang 2.670 km yang dikenal sebagai Garis Durand akhirnya meledak menjadi perang terbuka.​Pemicu: Serangan udara Pakistan yang menewaskan warga sipil dibalas operasi skala besar oleh Taliban pada Kamis (26/2).​Pernyataan Keras: Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, menegaskan melalui akun X-nya: “Kesabaran kami telah mencapai batasnya. Sekarang ini adalah perang terbuka!”

​Posisi Taliban: Meski membalas, Jubir Taliban Zabiullah Mujahid mengklaim masih membuka pintu dialog, sementara mantan Presiden Hamid Karzai mendesak Pakistan untuk mengubah kebijakan tetangga yang buruk.

​2. Duet AS-Israel Gempur Iran: Operasi Pemusnahan Nuklir

​Sabtu, 28 Februari 2026, menjadi hari kelam bagi Teheran. Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump bersama Israel meluncurkan serangan udara masif.​

Target: Infrastruktur militer dan fasilitas pengayaan nuklir Iran.

​Narasi Trump: “Kita akan meluluhlantakkan industri rudal mereka hingga rata dengan tanah,” ujar Trump melalui Truth Social.

​Respon Iran: Kedutaan Besar Iran menegaskan bahwa membalas agresi adalah hak sah dan angkatan bersenjata mereka bersiap memberikan respon yang “tegas dan kuat.”

​Mengapa Warga Sukabumi Perlu Peduli?

Konflik ini bukan sekadar berita luar negeri. Eskalasi di Selat Hormuz dapat meroketkan harga BBM secara global, yang berujung pada kenaikan harga sembako di pasar-pasar lokal akibat terganggunya rantai pasok pangan dan pupuk.

​Edukasi & Catatan Sejarah: Mengapa Mereka Berperang?

​Untuk memahami mengapa konflik ini begitu sulit dipadamkan, kita harus menengok ke belakang pada akar sejarahnya.

​A. Tragedi Garis Durand (1893)

​Konflik Afghanistan-Pakistan bukanlah masalah agama, melainkan masalah kedaulatan tanah.

​Warisan Kolonial: Garis Durand dibuat oleh diplomat Inggris, Sir Mortimer Durand, pada tahun 1893.

​Masalah Utama: Garis ini membelah wilayah etnis Pashtun secara sewenang-wenang. Afghanistan tidak pernah mengakui garis ini sebagai batas permanen, sementara Pakistan menganggapnya final.

​Paradoks Taliban: Pakistan dulu mendukung Taliban untuk mendapatkan pengaruh di Kabul. Namun kini, “anak didik” tersebut justru dianggap melindungi kelompok TTP yang menyerang balik keamanan Pakistan.

​B. Dendam 1979: AS vs Iran

​Perseteruan ini adalah benturan ideologi dan pengaruh kekuasaan di Timur Tengah.

​Revolusi Islam 1979: Titik balik hubungan kedua negara. Penggulingan Shah Iran (yang didukung AS) dan krisis sandera diplomat AS di Teheran menciptakan luka diplomatik yang tidak pernah sembuh.

​Perang Bayangan (Proxy War): Selama puluhan tahun, mereka bertarung melalui pihak ketiga di Yaman, Lebanon, dan Irak.

​Ancaman Nuklir: Ketakutan Barat akan senjata nuklir Iran mendorong sanksi ekonomi berat. Mundurnya AS dari perjanjian nuklir (JCPOA) pada 2018 menjadi katalis yang membuat Iran kembali mempercepat pengayaan uraniumnya.

​C. Risiko Perang Dunia III

​Analis militer dari Reuters dan BBC memperingatkan bahwa keterlibatan kekuatan nuklir sangat mungkin terjadi. Jika aliansi masing-masing bergerak—dukungan AS ke Israel dan potensi sokongan Rusia atau Tiongkok ke pihak lawan—maka konflik regional ini bisa berubah menjadi perang global yang tak terkendali.

Penulis: Demi Pratama Adiputra

Sumber: Reuters, Associated Press (AP), AFP, Al-Jazeera, BBC World News.​Kompas.tv, CNBC Indonesia, DetikNews, Tempo.co, Suara Surabaya.

Exit mobile version