SUKABUMISATU.com – Bidpropam Polda Jawa Barat resmi turun tangan menindaklanjuti dan mengklarifikasi serangkaian isu viral yang mendiskreditkan pimpinan Polres Sukabumi. Langkah ini diambil menyusul maraknya serangan disinformasi dan narasi liar dari akun anonim TikTok yang belakangan menyasar Kapolres Sukabumi, AKBP Benny Cahyadi.
Berdasarkan unggahan resmi akun Instagram @propam_jabar, Bidpropam Polda Jabar Selasa, (03/11/2026), dalam pernyataannya menegaskan kehadirannya untuk memastikan setiap dugaan pelanggaran, mulai dari penyalahgunaan wewenang, pungutan liar (pungli), pengelolaan anggaran, hingga penanganan perkara di lingkungan Polres Sukabumi ditangani secara profesional, transparan, dan objektif.
“Menanggapi konten viral terkait dugaan pelanggaran di lingkungan Polres Sukabumi… Bidpropam Polda Jawa Barat telah melakukan langkah tindak lanjut melalui proses penanganan dan klarifikasi,” tulis pernyataan resmi Bidpropam Polda Jabar, menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat adalah amanah yang tidak memberikan ruang bagi penyalahgunaan wewenang di tubuh Polri.
Kapolres Tantang Audit Terbuka dan Bawa ke Jalur Hukum
Menanggapi gelombang serangan digital tersebut, AKBP Benny Cahyadi—yang baru sekitar tiga bulan menjabat memimpin Polres Sukabumi usai menggantikan AKBP Samian—memilih bersikap terbuka, tegas, dan tak gentar. Pihaknya memastikan narasi yang digulirkan akun anonim murni merupakan berita bohong (hoaks) yang dirancang untuk mendelegitimasi institusi kepolisian.
“Sebagai bentuk integritas dan pertanggungjawaban saya, saya siap diperiksa secara transparan dan terbuka. Secara transparan dan teliti, dan siap diaudit. Saya siap bertanggung jawab apabila ada penyalahgunaan kewenangan di internal maupun eksternal,” tegas Benny, Senin (2/11/2026) kemarin.
Benny membeberkan bahwa materi disinformasi yang disebar akun tak beridentitas tersebut mencoba memelintir agenda kedinasan hingga momen sosial kekeluargaan. Salah satunya terkait foto Ketua Bhayangkari Cabang Sukabumi yang dituduh menggunakan Polisi Wanita (Polwan) sebagai ajudan pembawa tas.
Secara langsung di hadapan awak media, Benny menunjukkan dokumentasi utuh guna mematahkan tuduhan tersebut.
“Secara fakta, kegiatan tersebut murni kegiatan sosial kekeluargaan. Ada salah satu anggota Polwan Polres Sukabumi kondisinya sedang sakit, maka atas inisiatif Ibu Ketua Bhayangkari Cabang Sukabumi mengajak beberapa Polwan untuk menjenguk. Posisi yang digambarkan seakan-akan Ibu memiliki ajudan, itu tidak benar,” jelas Benny. Polwan Satnarkoba yang berada di lokasi saat itu sebenarnya diajak bersama rombongan untuk menyerahkan paket tali asih kepada rekan yang terbaring sakit.
Tak hanya itu, isu miring mengenai anggaran bantuan sosial bagi nelayan dan warga kurang mampu di kawasan pesisir juga dibantah keras oleh mantan Kapolres Cianjur tersebut.
“Bantuan sosial yang kami lakukan murni dari dana swadaya pribadi dan tabungan keluarga kami yang disisihkan sebagai sedekah untuk masyarakat. Kalaupun ada pemberitaan yang menyatakan anggaran tersebut hasil korupsi atau pemotongan anggaran Polres, saya pastikan itu tidak benar dan saya siap untuk diperiksa,” pangkasnya.
Sindikat Siber Pemerasan Berantai
Serangan terhadap Kapolres Sukabumi ini ditengarai memiliki benang merah kuat dengan aksi pemerasan siber yang marak di Sukabumi Selatan. Sebelumnya, Paguyuban Kades Pajampangan serta perwakilan kelompok penambang telah mendatangi Mapolres Sukabumi untuk melaporkan modus serupa.
Para pelaku bergerilya membuat konten tuduhan palsu dan fitnah terhadap aparatur desa maupun warga lokal, lalu menuntut sejumlah uang tebusan penghapusan video dengan menyantumkan nomor rekening bank tertentu.
Polres Sukabumi menyatakan telah berkoordinasi dengan komando atas di Polda Jabar serta menempuh jalur hukum resmi untuk melacak dan memproses pidana komplotan penyebar hoaks dan pemerasan siber tersebut demi menjaga kondusivitas wilayah serta nama baik institusi Polri.












