SUKABUMISATU.com, Cikidang – Sore itu, Minggu (18/10/2026), lalu lintas di Jalan Raya Cikidang-Palabuhanratu, Kampung Sampora, Desa Sampora, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, mulanya berjalan normal. Kendaraan lalu lalang melintasi jalur berliku yang diapit pepohonan dan perbukitan khas kawasan Sukabumi barat.
Namun, ketenangan sore sekitar pukul 17.30 WIB itu mendadak berganti kepanikan. Satu unit mobil Toyota Rush bernomor polisi F 1184 GS yang tengah melaju dari arah Cikidang menuju Palabuhanratu mendadak mengeluarkan kepulan asap tebal disusul percikan api dari balik kap mesinnya.
Sebelum api membesar membakar seluruh badan kendaraan, mobil tersebut sebenarnya sempat menepi untuk beristirahat di dekat sebuah warung warga. Namun tak lama setelah pengemudi kembali memutar kunci kontak dan melaju sekitar 500 meter, tanda-tanda bahaya mulai bermunculan.
”Awalnya mobil sempat istirahat dekat warung. Setelah berjalan sekitar 500 meter, terdengar suara ‘grug-grug’ dan bunyi seperti benda beradu atau berkeretak. Tidak lama kemudian, mobil mengalami kebakaran,” tutur salah seorang saksi mata di lokasi kejadian.
Kepanikan di Tengah Sepinya Jalur Cikidang
Mengetahui bahaya mengintai, seluruh penumpang di dalam mobil bergerak cepat. Tanpa berpikir panjang, mereka berhamburan keluar menyelamatkan diri sebelum si jago merah melahap habis kabin kendaraan. Beruntung, kewaspadaan spontan itu menyelamatkan nyawa mereka—tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini.
Melihat kobaran api yang mulai membesar, warga sekitar dan para pengguna jalan yang melintas panik dan berusaha memberikan pertolongan seadanya. Sayangnya, niat baik warga terbentur keterbatasan alat pendukung keselamatan jalan.
Beberapa warga sempat berlari menghentikan setiap mobil yang melintas demi mencari Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Namun, nihil. Tak satu pun kendaraan yang lewat membawa tabung pemadam portabel. Ketiadaan APAR diperparah dengan lokasi kejadian yang jauh dari pemukiman warga, membuat pasokan air mustahil didapatkan dalam waktu singkat.
”Saya sedang dalam perjalanan pulang ke Cibadak setelah liburan dari pantai Palabuhanratu. Saat melintas, melihat ada musibah kebakaran mobil dan sempat kaget,” kata Aditia, seorang pengendara sepeda motor yang menyaksikan kepanikan di lokasi.
Respon Cepat Petugas Damkar
Laporan kebakaran baru diterima Posko Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi Posko Palabuhanratu pada pukul 17.51 WIB. Tanpa mengulur waktu, armada damkar langsung dikerahkan menembus jalur Cikidang dan tiba di lokasi sekitar pukul 18.16 WIB.
Kepala Bidang Pemadaman DPKP Kabupaten Sukabumi, Erwin Adam Ridwan, mengonfirmasi bahwa petugas langsung melakukan penanganan ekstra cepat begitu tiba di tempat kejadian perkara (TKP).
”Petugas membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk penanganan, pemadaman, hingga proses pendinginan total,” terang Erwin.
Terkait pemicu kebakaran, dugaan sementara mengarah pada masalah kelistrikan kendaraan. Kendati demikian, laporan saksi di lapangan yang menyebutkan indikasi mesin panas berlebih (overheat) serta kebocoran radiator tetap menjadi catatan petugas.
”Penyebab kebakaran diduga akibat korsleting pada bagian kelistrikan,” jelas Erwin.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para pengguna jalan, khususnya yang melintasi jalur rawan seperti Cikidang, untuk selalu mengecek kondisi fisik kendaraan secara berkala serta pentingnya menyediakan APAR kecil di dalam kabin mobil.
Hingga berita ini diturunkan, jajaran Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Sukabumi masih berupaya dikonfirmasi untuk mendapatkan keterangan resmi terkait hasil penyelidikan lanjutan atas insiden tersebut. (dmy)












