SUKABUMISTU. COM – Sebanyak kurang lebih 5.400 pelajar dari sejumlah provinsi memadati Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, dalam rangka mengikuti Kemah Nasional Pramuka Persatuan Umat Islam (PUI).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 2-4 September 2026, tersebut diikuti para pelajar dari Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, hingga Sumatera Utara.
Kemah Nasional Pramuka PUI tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya para pelajar, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, semangat kebangsaan, gotong royong, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo turut hadir memberikan dukungan kepada ribuan peserta. Ia mengapresiasi PUI yang konsisten mendorong generasi muda aktif dalam kegiatan kepramukaan.
“Saya tentunya memberikan apresiasi yang luar biasa terhadap keluarga besar PUI, khususnya adik-adik Pramuka yang dari sejak usia masih remaja sudah mau ikut aktif di dalam gerakan Pramuka,” ujar Listyo, Kamis (3/9/2026).
Menurutnya, kegiatan Pramuka menjadi wadah yang sangat baik untuk membangun karakter kebangsaan dan jiwa kepemimpinan generasi muda.
Ia menilai melalui kegiatan tersebut, para pelajar dapat belajar mengenai persatuan, gotong royong, saling menolong, sekaligus mengembangkan berbagai keterampilan.
Kapolri Ingatkan Pelajar Bahaya Judi Online
Dalam kesempatan tersebut, Listyo jugamengingatkan para peserta agar tidak terjerumus dalam judi online (judol) yang semakin mudah ditemukan di ruang digital.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi harus diimbangi dengan kemampuan generasi muda dalam memilah dan menggunakan konten digital secara bijak.
Ia menyoroti munculnya tautan maupun permainan digital yang dapat mengarahkan pengguna, termasuk pelajar, menuju aktivitas perjudian online.
“Awal mula kita mungkin ingin belajar tentang game, kemudian bergeser game di situ ada permainan game yang kemudian mengarah pada judi online. Diam-diam kita coba-coba karena kita anggap game, akhirnya kita kecanduan, dan akhirnya kita terjebak untuk ikut judi online,” jelasnya.
Listyo mengajak generasi muda memanfaatkan kemajuan teknologi untuk hal-hal positif, terutama dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.Menurutnya, berbagai platform digital dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar tanpa terbatas ruang dan waktu.
“Dengan menggunakan berbagai macam perangkat platform yang ada, kita bisa belajar apa saja yang ingin kita ketahui. Dan tentunya ini menjadi hal yang positif yang membuat kita semua bisa belajar tanpa harus belajar di luar kelas,” katanya.
PUI Dorong Pramuka Jadi Benteng Generasi Muda
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) PUI Raizal Arifin mengatakan, kegiatan Pramuka diharapkan mampu menjadi salah satu benteng bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, termasuk ancaman judi online dan pinjaman online.
Ia menekankan pentingnya pembinaan karakter dan pendidikan bagi generasi muda agar memiliki ketahanan menghadapi dinamika global.
“Bagaimana kemudian kita melakukan pembinaan kepada generasi muda. Mereka agar lebih bisa imun menghadapi dinamika dan tantangan global saat ini,” ujar Raizal.
Menurut Raizal, konsep kegiatan yang dilaksanakan secara outdoor juga memiliki nilai penting. Para peserta tidak hanya mendapatkan materi di dalam ruangan, tetapi juga diajak berinteraksi langsung dengan alam.
Selain membuat kegiatan lebih menarik, pendekatan tersebut diharapkan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap lingkungan.
“Kita membuat kegiatan outdoor sehingga mereka bisa lebih dekat dengan alam dan juga materi-materi bisa kita sampaikan lebih masuk kepada mereka,” lanjutnya.
Sukabumi Dipilih karena Punya Sejarah Penting bagi PUI
Raizal menjelaskan, pemilihan Kabupaten Sukabumi sebagai lokasi Kemah Nasional bukan tanpa alasan. Sukabumi memiliki sejarah yang kuat dalam perjalanan organisasi PUI.
Dua tokoh pendiri PUI, yakni KH Ahmad Sanusi dan Mr. R. Syamsudin, memiliki keterkaitan erat dengan Sukabumi. KH Ahmad Sanusi sendiri telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional.
PUI didirikan oleh tiga tokoh utama, yakni KH Abdul Halim dari Majalengka, KH Ahmad Sanusi, dan Mr. R. Syamsudin.
Ketiganya memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan bangsa, termasuk keterlibatan KH Ahmad Sanusi dan Mr. R. Syamsudin sebagai anggota BPUPKI.
“Sukabumi ini bagi PUI adalah tempat yang paling bersejarah, setelah Majalengka,” kata Raizal.
Melalui pelaksanaan Kemah Nasional di Sukabumi, PUI juga ingin memperkuat konsolidasi dengan sekolah-sekolah PUI sekaligus mengenalkan kembali sejarah perjuangan para tokoh organisasi kepada generasi muda.
Sementara itu, Kapolri berharap PUI bersama organisasi kemasyarakatan lainnya dapat terus berkontribusi menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman.
Ia menilai sejarah panjang PUI menunjukkan bahwa organisasi tersebut memiliki kontribusi dalam perjalanan bangsa Indonesia dan diharapkan terus melahirkan generasi yang memiliki karakter kebangsaan serta semangat menjaga keutuhan NKRI.
Reporter: Suhendi Soex
