SUKABUMISATU.com – Suasana tenang di Kampung Bojong Kuring RT 02/26, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mendadak berubah menjadi kepanikan pada Jumat (21/8/2026) sore. Sekitar pukul 16.00 WIB, kobaran api membumbung tinggi dan dengan cepat melahap pemukiman padat warga.
Di balik musibah yang menghanguskan tiga unit rumah tersebut, terselip kisah haru tentang keberanian dan kepedulian antarwarga yang saling bahu-membahu menyelamatkan nyawa serta harta benda.
Lansia Sempat Terjebak di Dalam Rumah
Kebakaran diduga kuat bersumber dari titik rumah milik Pak Nanang Saepul Alam (65). Saat api mulai muncul dan membesar di area tempat tinggalnya, pria lansia tersebut justru tidak menyadari bahwa bahaya tengah mengancam nyawanya.
Beruntung, sanak saudara dan tetangga sekitar yang melihat kepulan asap serta titik api langsung tanggap. Tanpa memikirkan keselamatan pribadi, mereka menerobos masuk untuk menyelamatkan Pak Nanang yang masih berada di dalam rumah. Lansia tersebut berhasil dievakuasi ke tempat aman sebelum si jago merah melalap habis seluruh bangunan.
”Warga melihat api sudah membesar dari rumah lansia (Pak Nanang), lalu merembet ke rumah sebelahnya. Warga langsung bergerak cepat menyelamatkan beliau dan bergotong royong memadamkan api,” ujar Petugas Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cibadak, Mawaldi.
Terhalang Gang Sempit, Air Kolam Ikan Jadi Penyelamat
Tidak lama setelah kejadian, tim dari Posko 5 Pemadam Kebakaran Cibadak dan Damkar Parungkuda tiba di lokasi. Namun, para petugas menghadapi kendala besar: akses jalan menuju titik lokasi merupakan gang narrow/sempit yang tidak bisa dilalui oleh mobil armada pemadam kebakaran.
Di tengah situasi kritis dan kobaran api yang terus menjalar ke rumah milik Herdiansyah dan Enung Sulastri, aksi kekompakan warga kembali diuji. Petugas Damkar bersama warga setempat memutar otak dan memanfaatkan sumber air seadanya, yakni kolam ikan milik warga yang berada tak jauh dari lokasi kejadian.
Petugas Damkar menyiagakan mesin pemadam portabel (Alkon) dari unit Cibadak dan Parungkuda. Secara bergotong royong, warga membuat rantai manusia dan membahu menyalurkan air dari kolam ikan tersebut untuk menyiram titik-titik api yang terus membesar.
”Mobil armada tidak bisa masuk karena aksesnya tidak terjangkau. Akhirnya pemadaman dilakukan menggunakan mesin Alkon dengan memanfaatkan air kolam ikan warga di sekitar lokasi secara gotong royong,” ungkap Danpos Damkar Posko 5 Cibadak, Iyep Yosepa.
Berkat perjuangan ekstra dan sinergi antara warga, Damkar, P2BK, Tagana, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta relawan, amukan si jago merah berhasil dikuasai dan dipadamkan sepenuhnya setelah proses penanganan berlangsung lebih dari satu jam.
10 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal, Butuh Uluran Tangan
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, sebanyak 3 unit rumah rusak berat dengan tingkat kerusakan mencapai 85 persen. Total kerugian material diperkirakan mencapai Rp200 juta.
Musibah ini berdampak langsung pada 3 Kepala Keluarga (KK) dengan total 10 jiwa yang kini harus kehilangan tempat bernaung, yaitu:
- KK Herdiansyah (4 jiwa, termasuk 1 anak sekolah kelas 7 SLTP).
- KK Dadan / Enung Sulastri (5 jiwa, termasuk 1 anak SD kelas 4 dan 1 anak TK usia 5 tahun).
- Pak Nanang Saepul Alam (1 jiwa, lansia).
Saat ini, para korban terdampak memanfaat tempat pengungsian sementara di rumah kontrakan warga, Posyandu setempat, hingga menumpang di rumah kerabat dan tokoh masyarakat.
Kebutuhan mendesak yang sangat dibutuhkan para korban saat ini meliputi bantuan material bangunan, pakaian, bahan makanan, perlengkapan perlengkapan sekolah anak, serta kebutuhan dasar sehari-hari.
Reporter: Suhendi Soex
Editor: Demi Pratama Adiputra
