Indeks

Tampil di Rakornis Jogja, Asep Japar Dapat Mandat Bahlil Pimpin Golkar Sukabumi?

Asep Japar saat menghadiri Acara Rakornis Pemenangan Pemilu dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Partai Golkar wilayah Jawa-Kalimantan di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta (26–27 September 2026).

SUKABUMISATU.com — Perhelatan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pemenangan Pemilu dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Partai Golkar wilayah Jawa-Kalimantan di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta (26–27 September 2026), tidak sekadar menjadi ajang konsolidasi nasional. Forum internal ini juga menyuguhkan gestur politik penting terkait dinamika kepemimpinan daerah, khususnya menjelang Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi.

​Di sela-sela kegiatan tersebut, suasana hangat terlihat saat Bupati Sukabumi Asep Japar menyambut langsung kedatangan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Kedua figur tersebut tampak berbincang santai dan terlihat akrab di arena acara. Momen kebersamaan ini langsung menjadi perbincangan hangat publik dan pengamat politik.

​Menariknya, kehadiran Asep Japar dalam forum bergengsi tersebut menjadi sorotan tersendiri. Berdasarkan pantauan dari unggahan resmi DPD Partai Golkar Jawa Barat serta dokumentasi sejumlah pimpinan Golkar, Asep Japar tampil seolah menjadi satu-satunya representasi tunggal yang mewakili Kabupaten Sukabumi. Dalam jepretan dokumentasi acara tersebut, tidak terlihat kehadiran jajaran pengurus DPD Golkar Kabupaten Sukabumi lainnya.

​Fenomena hadirnya Asep Japar secara “solo” di Jogja yang disambut hangat oleh Bahlil Lahadalia memberikan sinyal politik yang cukup tajam. Hal ini memicu spekulasi bahwa elite partai di tingkat wilayah hingga pusat mulai memperhitungkan secara khusus posisi Bupati Sukabumi tersebut dalam peta kepemimpinan Beringin di daerah.

​Dalam pengarahan resminya di forum tersebut, Ketum Bahlil Lahadalia menekankan pentingnya evaluasi kinerja kader serta keterbukaan terhadap kritik publik guna menyongsong Pemilu 2029. Pada Minggu (27/9/2026), Bahlil juga merespons isu politik nasional dengan menyetujui wacana bahwa pengusungan pasangan capres-cawapres minimal diusung oleh dua fraksi DPR guna mencegah munculnya potensi calon tunggal.

​Namun di balik agenda nasional itu, kehadiran tunggal Asep Japar di Jogja membawa gaung politik kuat ke daerah. Suhu politik internal Golkar Kabupaten Sukabumi belakangan memang kian memanas menjelang Musda XI, di mana bursa calon ketua bermuara pada dua poros kekuatan utama.

​Poros pertama diusung oleh Budi Azhar Mutawali, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi sekaligus Sekretaris DPD Golkar Kabupaten Sukabumi saat ini. Budi mengantongi basis dukungan kuat dari struktur kader internal tingkat bawah hingga Pengurus Kecamatan (PK) serta rekam jejak pengabdian organisatoris yang matang dari jalur kader murni.

​Poros kedua diwakili oleh Asep Japar, Bupati Sukabumi periode 2025–2030 yang memiliki daya tawar eksekutif dan popularitas publik tinggi. Langkah Asep Japar dalam perebutan kursi “Golkar 1” Kabupaten Sukabumi dinilai bergantung pada kebijakan khusus atau mekanisme diskresi dari DPP Partai Golkar.

​Fakta bahwa hanya Asep Japar yang muncul mendampingi dan menyambut Bahlil di arena Rakornis Jogja menjadi modal politik yang sangat berharga. Keakraban dengan Ketua Umum serta eksposur tunggal dari DPD Jabar memperkuat indikasi bahwa karpet merah menuju puncak kepemimpinan Golkar Kabupaten Sukabumi kian terbuka bagi sang Bupati.

​Kendati demikian, penetapan akhir kepemimpinan DPD Golkar Kabupaten Sukabumi tetap menunggu gelaran resmi Musda XI. Apakah sinyal kuat dari Jogja ini akan berujung pada mulusnya langkah Asep Japar memimpin Beringin Sukabumi, ataukah persaingan dengan Budi Azhar tetap berlangsung ketat, kini bergantung pada keputusan dan jadwal resmi DPD Golkar Jawa Barat. (dmy)

Exit mobile version