Indeks

Seorang Nenek Meninggal Dunia Usai Coba Padamkan Api yang Membakar Kebun di Cidadap Sukabumi

Jenazah Nenek Sariyah dan Petugas di Lokasi Kebakaran, Hegarmanah Cidadap. Selasa, (15/09/26).

SUKABUMISATU.com, CIDADAP – Duka mendalam menyelimuti warga Kampung Ciwalahar RT 001/RW 001, Desa Cidadap, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, Selasa (15/9/2026) siang. Seorang lansia bernama Sariyah (69) mengembuskan napas terakhirnya saat berusaha memadamkan kobaran api yang merambat ke area kebun bambu.

​Peristiwa memilukan tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Berdasarkan informasi dari P2BK Kecamatan Cidadap, Dikdik, musibah berawal ketika korban membakar sampah di samping rumahnya. Namun tanpa diduga, kobaran api dengan cepat merambat dan membakar lahan kebun bambu di sekitarnya hingga mencapai luas sekitar 200 meter persegi.

“Jadi nenek itu panik dan mencoba memadamkan api, namun terjatuh dan meninggal,” ungkap Dikdik pada sukabumisatu.com.

​Melihat kobaran api yang kian membesar, Nenek Sariyah diduga panik dan secara spontan berusaha menjinakkan si jago merah seorang diri agar tidak membahayakan lingkungan sekitar.

​Kapolsek Sagaranten, AKP A. Suryana Bande, S.H., membenarkan adanya musibah yang merenggut nyawa lansia asal Kampung Hegarmanah tersebut. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, yaitu Dede (anak korban), Nenek Sariyah diketahui memiliki riwayat penyakit jantung.

​”Saat melihat api membesar, korban diduga kaget dan panik. Korban berusaha memadamkan api, namun merasa sesak hingga akhirnya terjatuh dan meninggal dunia di lokasi kejadian,” ungkap AKP A. Suryana Bande saat dikonfirmasi.

​Mendapat laporan musibah tersebut, tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Sagaranten, Koramil 2211 Sagaranten, Pemadam Kebakaran Pos Sagaranten, Kasi Trantib Kecamatan Cidadap, P2BK Cidadap, Tagana, hingga Pemdes Cidadap langsung terjun ke lokasi untuk mengamankan TKP dan memadamkan api.

​Berkat kesiapsiagaan tim gabungan bersama warga setempat, amukan si jago merah berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 12.00 WIB, sehingga tidak sempat merembet ke pemukiman warga.

​AKP A. Suryana Bande menambahkan, pihak keluarga telah ikhlas dan menerima peristiwa naas ini sebagai takdir serta musibah kecelakaan.

​”Pihak keluarga sudah menerima kejadian ini sebagai takdir dan musibah. Kami dari pihak kepolisian juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati saat membakar sampah di area terbuka guna mencegah musibah serupa,” pungkasnya.

Reporter: Arismanto

Editor: Demi Pratama Adiputra

Exit mobile version