SUKABUMISATU.com, CIDOLOG — Suasana halaman UPTD Puskesmas Cidolog, Kabupaten Sukabumi, mendadak riuh dan penuh kehangatan pada Selasa (20/10/2026). Senyum tawa para kader Posyandu, anggota PKK, tokoh masyarakat, hingga jajaran jajaran muspika menyatu dalam langkah kaki yang sama: merayakan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62.
Bukan sekadar seremonial potong tumpeng atau pidato formal di balik mimbar, peringatan HKN di wilayah perbukitan Sukabumi Selatan ini benar-benar dikemas sebagai panggung gerakan bersama. Mengusung tema besar “Sehat Bersama, Sukabumi Mubarakah”, Gebyar HKN Ke-62 Puskesmas Cidolog membuktikan bahwa urusan sehat bukan cuma tugas dokter dan perawat, melainkan gotong royong seluruh warga.
Sejak pagi, ratusan peserta tampak antusias mengikuti rangkaian Gebyar HKN 62. Berbagai kegiatan menarik digelar secara meriah, mulai dari:
- Gerak Sehat Bersama — Mengajak masyarakat bergerak aktif dan bergembira.
- Cek Kesehatan Gratis — Layanan skrining kesehatan langsung di lokasi.
- Edukasi Kesehatan — Edukasi interaktif seputar pola hidup bersih dan sehat.
- Expo Inovasi — Menampilkan karya dan terobosan layanan kesehatan lokal.
- Penghargaan Insan Peduli Kesehatan — Apresiasi bagi pejuang kesehatan di tingkat tapak.
Kebersamaan Kolaborasi Lintas Sektor — Simbol makin eratnya sinergi instansi di Kecamatan Cidolog.
Lebih Dari Sekadar Peringatan, Ini Gerakan Nyata
Kepala UPTD Puskesmas Cidolog, Cepi Hermansyah, SKM, S.Kep, menegaskan bahwa HKN tahun ini dirancang untuk memberikan dampak riil bagi masyarakat, bukan sekadar acara rutin tahunan.
”HKN ke-62 ini bukan hanya peringatan, tetapi sebuah gerakan. Puskesmas harus hadir memberikan manfaat nyata kepada masyarakat melalui aktivitas sehat, pelayanan, edukasi, skrining, inovasi, hingga kepedulian sosial. Setiap kegiatan harus menghasilkan dampak yang bisa didokumentasikan, diukur, dan bila baik, dapat direplikasi,” ujar Cepi di sela-sela acara.
Cepi menambahkan, semangat “Sukabumi Mubarakah” menuntut hadirnya pelayanan kesehatan yang makin kuat, adaptif, dan makin dekat dengan warga. Inovasi yang dilahirkan tidak perlu muluk-muluk, tetapi harus sederhana, berdampak langsung, serta memperkokoh kolaborasi lintas sektor.
Apresiasi Camat dan Catatan Penting Soal Stunting Hingga BPJS
Apresiasi tinggi datang langsung dari Camat Cidolog, Yusup Suherlan, S.Kep., S.IP., M.M. Hadir di tengah-tengah warga, sosok pimpinan kecamatan yang juga berlatar belakang pendidikan kesehatan ini mengaku bangga atas dedikasi dan kualitas pelayanan kesehatan di wilayahnya.
Menurut Suherlan, HKN ke-62 harus menjadi pengingat penting bahwa kesehatan adalah modal dasar kehidupan yang menjadi tanggung jawab bersama.
”Sehat itu modal dasar. Kesehatan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga berbarengan dengan kesadaran masyarakat sendiri untuk hidup sehat dan menjaga lingkungan,” ungkap Suherlan.
Secara khusus, Camat menekankan dua hal krusial yang membutuhkan perhatian penuh seluruh elemen masyarakat Cidolog:
Mencegah Stunting Baru: Perlu ada kesamaan persepsi dan motivasi dari para ibu untuk rutin memeriksakan kesehatan diri serta balitanya ke Posyandu. Sinergitas kader dan tokoh masyarakat menjadi kunci utama agar tidak ada lagi kasus stunting baru di Cidolog.
Prosedur Rujukan BPJS Kesehatan: Suherlan mengingatkan warga yang membutuhkan pelayanan rujukan tingkat lanjut ke Rumah Sakit agar selalu berkoordinasi terlebih dahulu dengan fasilitas pelayanan pertama di Puskesmas. Hal ini penting agar proses administrasi BPJS Kesehatan tidak terkendala akibat adanya tahapan/prosedur yang terlewati.
Peringatan HKN ke-62 di Cidolog pun ditutup dengan optimisme tinggi. Di bawah naungan semangat Sukabumi Mubarakah, warga dan pemerintah Kecamatan Cidolog sepakat: menjaga kesehatan adalah investasi terbaik untuk masa depan bersama.
