Indeks

Perkuat Rantai Pasok dan Kepastian Pasar, Koperasi RFF Dorong Stabilitas Ekonomi Petani Sukabumi

Andi, Ketua Koperasi RFF saat mengunjungi kebun sayuran suplier di Gegerbitung.

SUKABUMISATU.com — Upaya memperkuat ekosistem ekonomi daerah dan menjaga kelancaran rantai pasok pangan terus digencarkan di Kabupaten Sukabumi. Koperasi Konsumen Ratu Family Farmers mengambil peran strategis sebagai konsolidator komoditas pertanian sekaligus penyuplai utama kebutuhan pokok masyarakat dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.

Model bisnis yang diterapkan berfokus pada integrasi sektor hulu dan hilir pertanian. Langkah ini dinilai efektif meningkatkan efisiensi rantai distribusi komoditas pangan, mulai dari pasokan daging segar, beraneka jenis sayuran, hingga bumbu dapur.

Mengusung semangat “Dari Petani Untuk Indonesia”, koperasi gencar menjalin kemitraan strategis dengan para petani lokal dan Gabungan Kelompok Tani. Ketua Koperasi RFF, Andi, menyatakan bahwa prioritas utama organisasi adalah memberikan kepastian penyerapan hasil panen guna meminimalkan risiko kerugian petani akibat fluktuasi harga.

“Kami terus berupaya melakukan kerja sama dengan para petani lokal. Selain sosialisasi dan pembinaan teknik budi daya, kami menyiapkan pasar penyerapan komoditas agar para petani tidak bingung menjual hasil panen mereka,” ujar Andi.

Skema kepastian pasar ini memberikan dampak langsung terhadap stabilitas pendapatan produsen di tingkat tapak. Jajang, salah satu petani mitra, mengungkapkan bahwa kehadiran koperasi mampu meredam risiko anjloknya harga pasar saat terjadi lonjakan produksi.

“Sebelumnya kami sering bingung mencari pembeli saat panen raya dan harga sering turun drastis. Sejak bermitra dengan Koperasi RFF, kami bisa fokus meningkatkan produksi karena pasarnya sudah pasti dan harga yang diterima adil,” kata Jajang.

Dari sisi penyedia pasokan, efisiensi rantai pasok terstruktur ini turut menjamin kontinuitas distribusi bahan pangan untuk kebutuhan institusional skala besar. Pemasok komoditas pangan Koperasi RFF, Zahra, menegaskan bahwa keandalan jaringan hulu sangat menentukan kestabilan volume dan kualitas komoditas.

“Jaringan petani binaan RFF membuat pasokan daging dan sayuran segar jauh lebih stabil dari segi kuantitas maupun kualitas. Kestabilan ini sangat penting untuk menjaga standar kebersihan dan pemenuhan gizi pasokan ke SPPG secara berkelanjutan,” tutur Zahra.

Integrasi antara petani, koperasi, dan penyedia layanan gizi ini diharapkan dapat menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan yang berkelanjutan di wilayah Sukabumi.

Exit mobile version