Indeks

Peringati Hari Batik Nasional 2026, Penumpang Stasiun Sukabumi Diajak Belajar Membatik

SUKABUMISATU.com, Sukabumi — Suasana Stasiun Sukabumi tampak berbeda pada peringatan Hari Batik Nasional, Jumat (2/10/2026). Para penumpang kereta api dan masyarakat sekitar diajak mengenal sekaligus belajar proses pembuatan batik khas Sukabumi melalui kegiatan yang digelar Batik Lokatmala.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 19.00 WIB tersebut merupakan kolaborasi Batik Lokatmala bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi dan PT KAI Daop 1 Jakarta.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya dapat menyaksikan secara langsung proses pembuatan batik, tetapi juga mengikuti demonstrasi membatik secara interaktif. Suasana semakin semarak dengan penampilan musik angklung yang dibawakan personel Dishub Kota Sukabumi.

Founder Batik Lokatmala, Fonna Melania, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi untuk memperkenalkan batik khas Kota Sukabumi kepada masyarakat secara lebih luas.
“Bagi kami, mengenalkan batik berarti juga mewariskan cerita, nilai, dan kearifan lokal kepada generasi berikutnya. Kami berharap batik Kota Sukabumi dapat terus dikenal, digunakan, dikembangkan, dan diwariskan, sehingga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat serta tetap hidup di tengah perubahan zaman,” ujar Fonna.

Selain kegiatan membatik di Stasiun Sukabumi, peringatan Hari Batik Nasional juga turut dirasakan melalui jajaran frontliner KAI Daop 1 Jakarta.

Petugas loket, boarding, hingga prama dan prami tampak mengenakan pakaian batik saat memberikan pelayanan kepada para pelanggan.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut merupakan bentuk apresiasi KAI terhadap batik sebagai salah satu identitas sekaligus kekayaan budaya Indonesia.

“Melalui momentum Hari Batik Nasional, pelanggan yang berada di Stasiun Sukabumi dapat melihat secara langsung bagaimana proses membatik dilakukan. Di sisi lain, para petugas frontliner di wilayah kerja Daop 1 Jakarta juga turut mengenakan batik dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan,” terang Franoto.

Menurutnya, KAI Daop 1 Jakarta terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi edukatif dan kebudayaan di area stasiun, selama tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa.

“Stasiun merupakan ruang yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang. Karena itu, kami menyambut baik kegiatan yang dapat memberikan nilai tambah sekaligus menjadi sarana untuk mengenalkan dan melestarikan budaya Indonesia kepada masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: Suhendi Soex

Exit mobile version