SUKABUMISATU.com, Ciracap – Dua orang pemuda dilaporkan hilang usai terseret ombak besar saat berenang di Pantai Cibuaya, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Tim SAR gabungan hingga kini masih terus melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.
Kedua korban hilang tersebut diketahui bernama Muhamad Zubair (18) dan Zaki (17).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden memilukan tersebut terjadi pada Sabtu (10/10) sekitar pukul 16.52 WIB. Peristiwa bermula saat lima orang wisatawan tengah asyik berenang di kawasan Pantai Cibuaya.
Secara tiba-tiba, ombak besar datang dan langsung menggulung serta menyeret kelima pemuda tersebut ke tengah laut. Beruntung, tiga di antaranya berhasil menyelamatkan diri dan berenang kembali ke tepi pantai. Namun, Zubair dan Zaki terbawa arus deras dan menghilang.
Koordinator Pos SAR Sukabumi, Suryo Adianto, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya langsung menerjunkan Tim Rescue untuk bergabung dengan unsur SAR lainnya di lokasi kejadian.
“Setelah menerima informasi, kami langsung memberangkatkan tim rescue menuju lokasi kejadian. Pencarian dilakukan bersama unsur SAR gabungan dengan mengoptimalkan berbagai metode pencarian untuk menemukan kedua korban,” kata Suryo, Minggu (11/10).
Tim Rescue Pos SAR Sukabumi tiba di pantai tersebut pada Minggu (11/10) pagi sekitar pukul 07.42 WIB. Setelah berkoordinasi dengan keluarga korban dan menggelar briefing, penyisiran skala besar langsung dimulai.
Pencarian Lewat Laut, Darat, dan Udara
Dalam operasi SAR ini, tim membagi area pencarian melalui tiga jalur utama:
* Jalur Laut: Penyisiran menggunakan perahu karet difokuskan hingga radius 2 Nautical Miles (NM) dari titik awal korban hilang.
* Jalur Darat: Pengamatan visual dan penyisiran menyusuri garis pantai.
* Jalur Udara: Memanfaatkan pemantauan drone hingga radius 2 kilometer dari lokasi kejadian.
Pencarian ini melibatkan personil gabungan dari Pos SAR Sukabumi, BPBD Kecamatan Ciracap, Polsek Ciracap, Polairud Ujung Genteng, TNI Pos AL Ujung Genteng, Wanadri, HNSI Ujung Genteng, hingga RAPI.
Suryo menambahkan, kondisi cuaca di lokasi saat ini terbilang cerah sehingga sangat mendukung proses penyisiran. Meski demikian, faktor keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama.
“Upaya pencarian akan terus kami optimalkan sesuai dengan perkembangan situasi di lapangan,” tegasnya.
Menanggapi insiden ini, pihak Basarnas mengimbau seluruh pengunjung dan masyarakat untuk senantiasa waspada saat beraktivitas di kawasan pantai Sukabumi Selatan, mengingat ombak dan arus laut bisa berubah drastis sewaktu-waktu.
