SUKABUMISATU.com, Cisolok – Kepedulian terhadap masa depan anak-anak di pelosok Kabupaten Sukabumi kembali terajut lewat aksi nyata Brigadir Akka Mahpudin. Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Cisolok ini tak pernah lelah meretas jalan kebaikan demi memastikan generasi muda terus mengecap pendidikan.
Asa anak-anak dari keluarga kurang mampu selalu menjadi pendorong utama langkah Brigadir Akka. Sosok polisi yang sempat mencuri perhatian publik hingga masuk dalam usulan Hoegeng Awards 2022 ini sebelumnya rela menyisihkan gaji dan menjaminkan SK dinasnya demi mendirikan SMK Bhayangkara gratis di Kampung Pamugaran. Kini, ia memperluas dedikasinya ke ranah pendidikan agama.
Langkah baru tersebut lahir dari pengalaman lapangan saat ia menyusuri pemukiman warga di wilayah tugasnya. Dalam setiap sapaan dan perbincangan, Akka kerap mendengarkan kerinduan para orang tua yang ingin membekali anak-anak mereka dengan ilmu agama di pesantren, namun terhalang dinding tebal biaya asrama dan keterbatasan ekonomi.
Melihat kegelisahan tersebut, Akka menginisiasi pendirian Pondok Pesantren Nusantara dengan program inovatif bertajuk “Pesantren Mobile”. Konsep ini membawa sistem jemput bola, di mana tim pengajar mendatangi sekolah-sekolah umum secara berkala untuk memberikan pembinaan kerohanian secara langsung.
“Kita ketahui bersama permasalahannya, tidak setiap orang tua bisa menyekolahkan atau mendidik anaknya ke pondok pesantren. Dari permasalahan tersebut muncul gagasan pendirian Pondok Pesantren Nusantara dengan program Pesantren Mobile,” ujar Akka saat ditemui di lokasi peresmian, Rabu (7/10/2026).
Agar selaras dengan aktivitas sekolah reguler, proses belajar dipadukan dengan metode berbasis digital melalui situs resmi pesantren. Pihak pesantren juga menggandeng guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di setiap sekolah sebagai koordinator pembinaan lapangan.
“Di setiap sekolah otomatis sudah ada guru PAI. Ke depannya kita perbantukan guru tersebut menjadi koordinator dari pondok pesantren kita. Pembelajaran pertama tersampaikan lewat mata pelajaran di sekolahnya, dan untuk tambahannya dari tim Ponpes Nusantara kita berikan keilmuan, baik secara langsung maupun daring,” jelas Akka.
Program ini ditargetkan mampu menjangkau puluhan sekolah di Kecamatan Cisolok, meliputi lebih dari 40 SD, 20 SMP, hingga 7 SMA/SMK. Meski menerapkan metode keliling dan pembelajaran jarak jauh, keabsahan lembaga tetap terjamin. Saat ini izin majelis taklim telah terbit dan kelengkapan administrasi izin operasional ponpes sedang diproses.
Perjalanan gerakan sosial-keagamaan ini ditandai dengan peresmian pondok pesantren di bawah naungan Yayasan Satyanatha, sekaligus peletakan batu pertama pembangunan Masjid Darul Iman oleh Kapolres Sukabumi AKBP Benny Cahyadi di Cisolok, Rabu (7/10/2026).
Kapolres Sukabumi AKBP Benny Cahyadi memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi anggotanya dalam menjawab persoalan sosial masyarakat secara nyata.
“Ini adalah salah satu bukti nyata polisi hadir bersama masyarakat. Hari ini dibuktikan dengan kegiatan yang dilakukan oleh Pak Akka, di mana yang bersangkutan mendedikasikan pelaksanaan tugasnya melalui kegiatan yang bermanfaat untuk warga,” kata Benny.
Benny menegaskan bahwa pengabdian kepolisian harus terus berkesinambungan dan tidak terbatas pada penegakan hukum semata. Ikhtiar panjang Brigadir Akka menjadi bukti nyata bahwa kepedulian mampu membuka jalan bagi anak-anak di pelosok Cisolok untuk meraih ilmu agama tanpa terhalang beban biaya.
