Indeks

Menjaga Mimpi dari Lapangan Cibadak: Ketika Pemuda Berikrar Melawan Narkoba

Upacara Sumpah Pemuda di Kecamatan Cibadak.

SUKABUMISATU.com — Angin pagi di halaman Kantor Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, terasa sedikit lebih hangat dari biasanya. Di balik barisan rapi seragam dan panji-panji organisasi, terpancar binar mata ratusan anak muda yang berkumpul dengan satu tekad yang sama. Rabu (28/10/2026), peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tak sekadar menjadi seremoni rutin tahunan, melainkan panggung penegasan arah masa depan.

​Di tempat inilah—di antara kepungan riuk pikuk kehidupan kota kecamatan—para pemuda Cibadak menegaskan kembali posisinya: mereka bukan sekadar penonton di negerinya sendiri, melainkan benteng terdepan penjaga masa depan.

​Melawan Musuh dalam Selimut

​Di tengah gema ikrar persatuan, sebuah isu krusial menyeruak ke permukaan: bahaya narkoba yang mengintai mimpi-mimpi generasi muda. Bagi para pemuda di Cibadak, menjaga bangsa hari ini tak lagi bertaruh nyawa di medan perang, melainkan berjuang merawat benteng moral dan kesehatan jiwa generasi penerus.

​Rasa keprihatinan sekaligus ketegasan itu terpancar jelas dari raut wajah Ketua PK KNPI Kecamatan Cibadak, Royan Aries. Di hadapan para peserta upacara, ia menekankan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus diwujudkan dalam aksi nyata yang berdampak langsung pada keselamatan warga.

​”Kita sebagai pemuda KNPI Cibadak akan memerangi narkoba, khususnya di wilayah Cibadak. Pemuda harus berani mengambil sikap dan menjadi bagian dari solusi untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba,” ujar Royan dengan nada tegas.

​Bagi Royan, bendera persatuan tak ada artinya jika generasi muda mati muda akibat jeratan barang haram. Peringatan bersejarah ini, baginya, adalah titik balik untuk menyalurkan energi segar anak muda ke dalam kegiatan yang kreatif, membangun, dan menyehatkan lingkungan sosial.

​”Jangan sampai energi pemuda habis untuk perpecahan. Mari kita arahkan kekuatan itu untuk kegiatan positif dan kemajuan Cibadak,” tambahnya seraya mengajak seluruh organisasi kepemudaan (OKP) mengikis perbedaan.

​Merajut Asa Bersama Masyarakat

​Suasana haru dan penuh kehangatan kian terasa saat jajaran Forkopimcam dan tokoh masyarakat membaur bersama pemuda. Camat Cibadak, Mulyadi, tampak tersenyum bangga menyaksikan keteguhan sikap para warganya yang masih berusia muda tersebut.

​Bagi Mulyadi, ruang kreasi dan kepedulian sosial adalah panggung sejati bagi anak muda. Pembangunan Cibadak tidak akan berjalan optimal tanpa sentuhan inovasi dan kepedulian dari mereka yang berjiwa muda. Keterlibatan pemuda dalam aksi sosial hingga menjaga keamanan lingkungan menjadi napas baru bagi kemajuan wilayah.

​Lebih dari Sekadar Seremoni

​Ketika pengerek bendera melipat kembali sang saka dan barisan upacara dibubarkan, riuh tawa dan jabat tangan erat antar-pemuda memenuhi halaman kantor kecamatan. Suasana kekeluargaan melingkupi momen tersebut.

​Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 di Cibadak ini menyisakan pesan mendalam: bahwa perjuangan belum usai. Di tengah kompleksitas tantangan zaman—mulai dari perpecahan sosial hingga ancaman narkoba—pemuda Cibadak memilih untuk berdiri tegak.

​Merekalah pelopor perubahan, penjaga benih-benih persatuan, dan penyala harapan agar Cibadak—dan Indonesia—tetap memiliki masa depan yang cerah.

Exit mobile version