SUKABUMISATU.com — Pengelolaan sampah di kawasan pedesaan kerap menjadi PR besar yang belum terpecahkan sepenuhnya. Pola lama seperti membakar sampah secara konvensional, menumpuk, atau menguburnya tak hanya mencemari udara, tetapi juga mengganggu potensi wisata yang sedang berkembang.
Melihat tantangan tersebut, aksi nyata ditunjukkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 9 STKIP Bina Mutiara Sukabumi Kampus Surade. Bertempat di kawasan Desa Wisata Hanjeli, Desa Waluran Mandiri, Kecamatan Waluran, mereka mengenalkan sekaligus membangun inovasi Rocket Stove—sebuah teknologi tepat guna pemusnah sampah minim asap.
Upaya ini menjadi media edukasi lingkungan yang krusial bagi warga setempat. Berikut adalah pembelajaran penting dari hadirnya inovasi Rocket Stove di kawasan Waluran:
Solusi Sampah Kawasan Wisata Berbasis Edukasi
Desa Waluran Mandiri dikenal memiliki potensi pangan luar biasa lewat komoditas hanjeli. Kehadiran wisatawan yang terus meningkat berbanding lurus dengan timbulan sampah rumah tangga maupun area wisata. Melalui program berkonsep Waste Management, mahasiswa mendidik masyarakat bahwa pembakaran sampah tak lagi harus mengorbankan kualitas udara kawasan wisata.
Prinsip Kerja Rocket Stove: Pembakaran Optimal, Asap Minimal
Secara teknis, rocket stove bekerja memanfaatkan ruang bakar bersuhu tinggi dan sirkulasi udara teratur. Edukasi teknis yang dibagikan meliputi:
* Suhu Pembakaran Tinggi: Sampah dapat dimusnahkan lebih cepat dan tuntas dibandingkan pembakaran terbuka.
* Desain Cerobong Khusus: Bentuk ruang dan cerobong dirancang untuk meredam asap, sehingga residu asap yang keluar sangat sedikit dan tidak mencemari pemukiman warga.
Kolaborasi dan Transfer Teknologi Lokal
Proses pembangunan yang berlangsung selama lima hari ini menjadi wadah transfer ilmu secara langsung. Mahasiswa KKM Kelompok 9 bersama warga dan tukang setempat, Mang Agus, bahu-membahu mulai dari penyiapan material batako, adukan semen, pembuatan fondasi, hingga tahap finishing. Pengalaman praktis ini memastikan warga memiliki keahlian untuk merawat maupun mereplikasi teknologi serupa di masa depan.
Melalui uji coba pembakaran yang telah sukses dilakukan, rocket stove terbukti menjadi langkah edukatif yang efektif. Inovasi ini menegaskan bahwa pengelolaan sampah tingkat lokal dapat diselesaikan secara mandiri, aman, dan ramah lingkungan melalui penerapan teknologi tepat guna yang tepat sasaran. (Red)
