SUKABUMISATU.com, CIBADAK — Hujan yang mulai menyapa kawasan Sukabumi rupanya belum sepenuhnya membasuh dahaga warga Kampung Salagombong, Desa Neglasari, Kecamatan Cibadak. Meski titik-titik air mulai turun dari langit, sumur-sumur galian milik warga masih membatu—kering kerontang ditelan kemarau panjang yang tak kunjung usai dampaknya.
Bagi sekitar 400 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 8.200 jiwa di kampung tersebut, urusan air bersih masih jadi perjuangan saban hari. Mengerti betul akan beban yang dipikul warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi bergerak menyalurkan bantuan 10 ribu liter air bersih pada Kamis, (29/10/2026).
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cibadak, Mawaldi, mengungkapkan bahwa fenomena sumur kering ini memang kerap berulang setiap kali musim kemarau menyapa wilayah Salagombong.
”Distribusi air dilakukan untuk membantu warga yang masih kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari karena sumur-sumur mereka belum kembali terisi, meski hujan telah turun,” ujar pria yang akrab disapa Waldi ini.
Proses penyerapan air tanah yang memakan waktu membuat warga tak bisa langsung bernapas lega saat hujan pertama turun. Air sumur tak sekonyong-konyong terisi kembali.
Di tengah keterbatasan tersebut, warga tak kehilangan akal. Setiap kali gemericik hujan terdengar menggelegar di atas atap rumah, warga bergegas mengeluarkan wadah hingga menampung air hujan ke dalam toren-toren penampungan. Air hujan itu menjadi tumpuan sementara untuk menyambung napas kebutuhan MCK dan cuci piring, sembari menunggu bantuan armada air bersih datang.
”Apabila turun hujan, warga menampungnya menggunakan toren,” pungkas Waldi.
Bantuan air bersih ini setidaknya memberikan sedikit ruang helat napas bagi ribuan warga Salagombong. Warga berharap, curah hujan ke depan bisa semakin stabil dan intensif, sehingga resapan air tanah kembali memulihkan sumur-sumur tua mereka yang kini masih meranggas. (Suhendi Soex)
