SUKABUMISATU.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi belum menetapkan status darurat kekeringan meski sejumlah wilayah mulai mengalami berkurangnya ketersediaan air bersih pada musim kemarau tahun ini.
Hingga Kamis (23/7/2026), BPBD mencatat baru enam kecamatan yang mengajukan permohonan pendistribusian air bersih. Kondisi tersebut dinilai belum cukup untuk menetapkan status darurat karena dampak kekeringan belum terjadi secara merata di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Eki Radiana Rizki, mengatakan permohonan bantuan air bersih sejauh ini datang dari Kecamatan Cikembar, Cicurug, Nyalindung, Cibadak, serta beberapa wilayah lainnya.
“Baru ada enam kecamatan yang mengajukan permohonan pendistribusian air bersih, di antaranya Kecamatan Cikembar, Cicurug, Nyalindung, Cibadak, dan beberapa wilayah lainnya,” ujar Eki.
Menurutnya, selain melihat jumlah wilayah yang terdampak, BPBD juga mempertimbangkan informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelum menetapkan status darurat kekeringan.
“Berdasarkan informasi BMKG yang kami terima, di beberapa wilayah Kabupaten Sukabumi masih terjadi hujan. Artinya, kondisi kekeringan belum merata sehingga status kekeringan belum ditetapkan,” jelasnya.
Eki menegaskan BPBD akan terus memantau perkembangan musim kemarau. Apabila curah hujan terus menurun dan wilayah terdampak semakin meluas, pihaknya akan mengusulkan penetapan status darurat kekeringan.
“Kalau ke depan cuaca tetap seperti ini dan di lapangan dampaknya semakin meluas, tentu kami akan segera mengusulkan penetapan status kekeringan Kabupaten Sukabumi,” katanya.
Selain mewaspadai krisis air bersih, BPBD juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan yang umumnya meningkat saat musim kemarau.
Eki mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api agar kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas.
BPBD Kabupaten Sukabumi juga terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan instansi terkait untuk memantau perkembangan kondisi di lapangan sekaligus memastikan distribusi air bersih dapat segera dilakukan apabila kebutuhan masyarakat meningkat.
Reporter: M Mawaldi
