Indeks

Jerit Warga Cibitung Sukabumi Disergap Kemarau Panjang: Tunggu Pemerintah Daerah Turun Tangan, Pemuda Lakukan Aksi Mandiri

Antrian warga Kecamatan Cibitung mendapatkan air bersih. (Istimewa)

SUKABUMISATU.com, CIBITUNG – Kemarau panjang yang melanda wilayah Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, kian mencekik kehidupan warga sehari-hari. Keringnya sumber air memaksa masyarakat memutar otak dan menguras tenaga demi mendapatkan setetes air bersih, bahkan hingga harus menempuh jarak jauh.

​Dampak kekeringan hebat ini sedikitnya dirasakan di lima desa di Kecamatan Cibitung. Beberapa titik lokasi yang terdampak parah antara lain Desa Cidahu, Desa Talagamurni, Kampung Cihurip, Kampung Gunungbatu 3, hingga Kampung Cibungur Satu.

​Bagi warga Desa Cidahu, air bersih kini menjadi barang mewah. Imas, salah seorang warga setempat, menuturkan betapa sulitnya bertahan hidup di tengah sumur rumah yang kian mengering.

​”Sudah hampir sebulan sumur di rumah kekeringan. Terpaksa saya harus mengambil air dari desa tetangga yang jaraknya sekitar 3 kilometer,” ungkap Imas saat menceritakan perjuangan hariannya mencari air bersih. Sabtu, (17/10/26).

​Kondisi ini membuat sebagian warga lainnya bahkan harus berjalan hingga sejauh 5 kilometer hanya untuk membawa beberapa jeriken air guna memenuhi kebutuhan masak dan minum.

​Inisiatif Pemuda Lokal dan Harapan Warga

​Melihat penderitaan tetangga dan warga di sekitarnya yang kerap tak kebagian jadwal distribusi tangki air bersih, rasa iba menggerakkan hati Rudi (32), seorang pemuda Cibitung yang akrab disapa Kang Rudi atau RB.

​Tanpa ragu, Kang Rudi merogoh kocek pribadinya sendiri untuk menyulap mobil pikap miliknya menjadi armada bantuan air mandiri.

​”Saya sampai membeli toren dan meminta air ke Damkar untuk dibagikan ke warga dan tetangga saya,” kata Rudi pada sukabumisatu.com

​Rudi menanggung sendiri seluruh biaya operasional dan bahan bakar minyak (BBM) demi mengangkut air. Namun, ia mengakui aksi swadaya ini mulai kewalahan seiring meluasnya wilayah terdampak di seluruh desa di Kecamatan Cibitung.

​”Semakin ke sini, semakin banyak permintaan warga yang tidak ter-cover lagi, terutama untuk biaya BBM. Apalagi hampir setiap desa di Kecamatan Cibitung sekarang ada titik yang mengalami kekeringan parah,” jelasnya.

​Rudi dan seluruh warga Kecamatan Cibitung sangat berharap adanya penanganan konkret dan cepat dari pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi.

​Masyarakat berharap pasokan bantuan armada tangki air bersih dapat disalurkan secara merata dan berkelanjutan hingga krisis air bersih akibat kemarau panjang ini mereda. (dmy)

Exit mobile version