Indeks

Kisah Rayyan, Menjaga Hafalan Al-Qur’an dan Mengasah Jiwa Kepemimpinan

Sarfaraz Abdurrahman Ar Rayyan, siswa kelas 6 SDIT Adzkia 3 Kota Sukabumi.

SUKABUMISATU.com, Kota Sukabumi — Prestasi tak pernah hadir begitu saja tanpa adanya proses panjang dan komitmen yang kuat. Gambaran inilah yang mencerminkan sosok Sarfaraz Abdurrahman Ar Rayyan, siswa kelas 6 SDIT Adzkia 3 Kota Sukabumi.

​Rayyan membagikan kisah inspiratifnya saat mewakili sekolah dalam ajang Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI) cabang Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) di Bekasi pada 18 Juli 2026 lalu.

​Bagi Rayyan, ajang perlombaan bukan sekadar mengejar piala, melainkan ruang untuk menempa kedisiplinan serta keberanian.

​“Saya bersyukur bisa mengikuti lomba MHQ ini. Dari lomba ini saya belajar untuk lebih rajin menjaga hafalan, lebih disiplin, dan berusaha memberikan yang terbaik. Menghafal Al-Qur’an bukan hanya untuk lomba, tetapi harus terus dijaga dan diamalkan,” ujar Rayyan saat diwawancara sukabumisatu.com. Selasa, (01/09/2026).

Memadukan Hafalan dan Amanah Kepemimpinan

​Menariknya, aktivitas Rayyan tidak hanya berkutat pada lembaran mushaf. Di lingkungan sekolah, ia juga memegang peran strategis sebagai Ketua Adzkia Students Organization (ASO), organisasi kesiswaan di SDIT Adzkia 3 Kota Sukabumi.

​Menjalankan dua peran sekaligus mendatangkan pelajaran berharga bagi perkembanan karakternya:

Kedisiplinan & Ketekunan: Diolah melalui rutinitas murajaah dan menjaga hafalan Al-Qur’an.

Tanggung Jawab & Kepedulian: Diasah lewat interaksi organisasi, mulai dari mendengarkan pendapat teman, berkomunikasi, hingga mengambil keputusan bersama.

​Bagi Rayyan, kepemimpinan adalah tentang bagaimana memberikan teladan nyata bagi teman-teman sebayanya.

​Peran Sentral Keluarga dan Sekolah

​Pencapaian dan kebiasaan positif Rayyan tak lepas dari pengasuhan orang tuanya, H. Sandi Alamsyah, S.I.Kom. (PNS Pemkot Sukabumi) dan Seni Nisa Akmaliah, S.Pd. (seorang pendidik).

​Sebagai orang tua, mereka menekankan pentingnya pembentukan karakter mendasar ketimbang sekadar selebrasi juara.

​“Kami sangat bersyukur dan bangga. Namun, yang paling kami harapkan bukan hanya prestasinya. Kami ingin Rayyan terus mencintai Al-Qur’an, menjaga hafalannya, memiliki akhlak yang baik, dan tetap rendah hati,” tutur orang tua Rayyan.

​Dukungan senada disampaikan oleh Kepala SDIT Adzkia 3 Kota Sukabumi, Nurzamal Syaeful Rohman, S.Pd. Menurutnya, lembaga pendidikan bertugas menyediakan wadah yang seimbang antara potensi keagamaan dan kepemimpinan.

​“Prestasi dan karakter harus berjalan beriringan. Rayyan tidak hanya menunjukkan kemampuan di bidang Al-Qur’an, tetapi juga amanah memimpin ASO. Kami berharap ia tumbuh menjadi anak yang Qur’ani, berkarakter, dan bermanfaat bagi sesama,” terang Nurzamal.

Editor: Demi Pratama Adiputra

Exit mobile version