SUKABUMISATU.com — Keheningan sepertiga malam di kompleks Pondok Pesantren Ali Utsman Adzkia, Sukabumi, menjadi saksi bisu kepasrahan seorang anak. Di atas sajadah, Izzulhaq Mukri, santri kelas delapan SMPIT Ali Utsman Adzkia, menyelipkan nama sang ibu dalam bait-bait doanya. Ia hanya meminta satu hal: agar ibunya kelak diberi kesempatan menginjakkan kaki di Tanah Suci.
Tak ada yang menyangka, jawaban atas doa sederhana itu datang begitu cepat—tanpa jeda, tanpa selang hari.
Kejutan Tak Terduga di Tengah 1.500 Wisudawan
Keesokan harinya, suasana Haflah Wisuda Hafalan Al-Qur’an SIT Adzkia Sukabumi berlangsung riuh penuh khidmat. Lebih dari 1.000 wisudawan berkumpul bersama para orang tua dan ustaz. Acara semakin istimewa dengan kehadiran Ustadz Nasrullah, penulis buku nasional Rahasia Magnet Rezeki.
Di tengah tausiahnya, Ustadz Nasrullah melempar beberapa pertanyaan interaktif. Pertanyaan pertama berputar pada amalan sebelum menghadiri acara, yakni pelaksanaan shalat taubat. Dari ribuan orang yang hadir, ibunda Izzulhaq memberanikan diri mengangkat tangan dan menjawabnya dengan tepat.
Tak berhenti di situ, pertanyaan kedua dari Ustadz Nasrullah kembali berhasil dijawab dengan sempurna oleh sang ibu.
Suasana seketika haru saat Ustadz Nasrullah secara mengejutkan mengumumkan hadiah berupa paket Umrah VIP gratis khusus untuk ibunda Izzulhaq.
“Malam sebelum haflah, saya tahajud bersama teman-teman dan berdoa supaya ibu bisa berangkat umrah. Saya benar-benar tidak menyangka ternyata keesokan harinya ibu dapat hadiah umrah dari Ustadz Nasrullah. Saya sangat bersyukur kepada Allah,” tutur Izzulhaq dengan mata berkaca-kaca. Selasa, (01/09/2026).
Sosok Hafiz dan Atlet Renang Berprestasi
Di balik kelembutan doanya, Izzulhaq adalah sosok remaja multitalenta. Selain tekun menjaga hafalan Al-Qur’an di pesantren, ia juga dikenal sebagai atlet renang muda berbakat asal Sukabumi.
Beberapa medali dan gelar juara dalam kompetisi renang tingkat kabupaten sudah berhasil ia kantongi. Bagi Izzulhaq, Al-Qur’an dan olahraga bukan dua hal yang saling bertolak belakang.
Kedisiplinan tinggi: Menghafal Al-Qur’an membutuhkan konsistensi harian yang ketat.
Ketahanan fisik: Berlatih renang membentuk stamina, kestabilan, dan fokus mental.
“Saya ingin terus menjaga hafalan Al-Qur’an dan tetap berlatih renang. Keduanya sama-sama membutuhkan latihan dan kedisiplinan,” ungkapnya.
Buah Bakti dan Kebanggaan Sekolah
Kejadian ini menyisakan keharuan mendalam bagi keluarga. Orang tua Izzulhaq mengaku sangat bersyukur dan tidak menyangka doa yang dipanjatkan sang anak di sepertiga malam langsung diijabah lewat jalan yang tak terduga.
Kepala SMPIT Ali Utsman Adzkia Sukabumi turut menyampaikan rasa bangga atas capaian anak didiknya. Menurutnya, Izzulhaq adalah bukti nyata bahwa kecintaan pada Al-Qur’an dapat berjalan beriringan dengan prestasi di bidang lain.
Kisah Izzulhaq menjadi pengingat hangat bagi masyarakat Sukabumi: bahwa doa tulus seorang anak untuk orang tuanya tidak pernah kehilangan arah untuk sampai ke langit.
Editor: Demi Pratama Adiputra
