Indeks

Geger Kasus Penganiayaan Sajam di Surade Sukabumi, Suami Tiba-tiba Sabet Istri Tanpa Cekcok

Korban Kekerasan Suaminya, sedang mendapat pengobatan di RSUD Jampangkulon. Jum'at malam (16/10/26).

SUKABUMISATU.com, SURADE – Warga Kampung Bojong Sempor, Desa Sirnasari, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, digegerkan oleh aksi penganiayaan menggunakan senjata tajam (sajam) pada Jumat (16/10/2026) malam. Peristiwa tragis tersebut melibatkan pasangan suami istri.

​Informasi yang dihimpun, aksi penganiayaan itu terjadi sekira pukul 21.30 WIB di RT 010/001, Desa Sirnasari. Korban yang diketahui berinisial S (27), mendadak diserang oleh suaminya sendiri menggunakan senjata tajam tanpa didahului perselisihan atau pertengkaran.

​Kapolsek Surade, IPTU Ade Hendra, S.Pd, membenarkan adanya insiden penganiayaan berat tersebut. Berdasarkan keterangan awal dari pihak korban, situasi rumah tangga mereka sebelum kejadian relatif tenang dan tidak ada masalah berarti.

​”Menurut keterangan korban, sebelum kejadian tidak ada pertengkaran terlebih dahulu atau masalah rumah tangga. Namun, pelaku yang merupakan suaminya sendiri memang sedang mengalami beban pikiran atau stres akibat pekerjaan,” ungkap IPTU Ade Hendra, Sabtu (17/10/2026).

Anggota Polsek Surade Polres Sukabumi melakukan penyelidikan di Rumah Korban.

​Tanpa diduga, pelaku mendadak melayangkan senjata tajam hingga menyebabkan korban mengalami luka serius. Korban langsung dilarikan oleh pihak keluarga dan warga sekitar ke RSUD Jampang Kulon untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

​Saat ini, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Surade telah turun tangan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden viral tersebut.

​”Upaya yang sudah kami lakukan antara lain menerima laporan resmi, mengumpulkan keterangan dari para saksi di lokasi kejadian, serta melaporkan perkembangan situasi kepada Pimpinan (Kapolres Sukabumi),” jelas Kapolsek.

​Pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman dan mengumpulkan bukti-bukti guna memproses hukum pelaku serta memastikan motif pasti di balik aksi penganiayaan tersebut.

​Reporter: Maulana Yusuf

Exit mobile version