Indeks

Demi Keselamatan Penumpang, KAI Daop 1 Bongkar-Periksa Jalur hingga Jembatan

SUKABUMISATU.com, Jakarta — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta terus memperkuat keselamatan perjalanan kereta api melalui pemeriksaan dan perawatan preventif terhadap berbagai prasarana perkeretaapian.

Sejumlah pekerjaan dilakukan pada malam hingga dini hari di berbagai titik wilayah operasional Daop 1 Jakarta. Perawatan tersebut meliputi geometri jalan rel, penggantian rel, perawatan wesel, penggantian jembatan hingga pemeriksaan jaringan Listrik Aliran Atas (LAA).

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan pekerjaan dilakukan dengan memanfaatkan Window Time atau Waktu Kerja Perawatan (WKP). Waktu tersebut digunakan untuk melakukan pemeriksaan dan perawatan prasarana dengan mempertimbangkan frekuensi perjalanan kereta api yang lebih rendah.

“Keselamatan perjalanan kereta api tidak hanya dijaga ketika kereta sedang berjalan. Jauh sebelum perjalanan dimulai, KAI memastikan prasarana diperiksa dan dirawat secara berkala,” ujar Franoto dalam keterangan tertulis, Selasa (29/9/2026).

Salah satu pekerjaan dilakukan pada jalur hilir Kebayoran–Palmerah Km 10+900 hingga Km 10+600. Perawatan geometri jalan rel berlangsung mulai pukul 00.00 WIB hingga 03.05 WIB.

Perawatan geometri dilakukan untuk menjaga posisi jalan rel tetap sesuai parameter teknis, termasuk kelurusan, ketinggian dan level jalur. Selain itu, dilakukan pemadatan batu balas di bawah dan sekitar bantalan guna mempertahankan kestabilan konstruksi jalan rel.

Perawatan geometri juga dilakukan menggunakan Kereta Perawatan Jalan Rel (KPJR) pada jalur hulu Manggarai–Pasarminggu Km 13+800 hingga Km 15+200, mulai pukul 00.45 WIB hingga 03.00 WIB.

Sementara itu, pada jalur hilir Manggarai–Gambir Km 5+700/900, KAI melakukan penggantian rel mulai pukul 01.13 WIB hingga 03.23 WIB.

“Perawatan dilakukan secara preventif berdasarkan pemeriksaan dan evaluasi kondisi prasarana. Tujuannya agar kondisi yang memerlukan penanganan dapat ditindaklanjuti sejak dini sehingga keandalan jalur terus terjaga,” kata Franoto.

Jembatan dan Wesel Juga Jadi Perhatian

Perawatan juga menyasar infrastruktur pendukung lainnya. Pada lintas Cilegon–Tonjongbaru, KAI melakukan penggantian Jembatan BH 499. Pekerjaan berlangsung mulai pukul 23.40 WIB hingga 02.20 WIB.

Di Emplasemen Pasar Senen, petugas melakukan pengelasan pada Wesel 21B1 dan 21B2 mulai pukul 01.10 WIB hingga 02.20 WIB.

Sedangkan di Emplasemen Karawang, dilakukan pekerjaan las thermit pada Wesel 11C dan 31 mulai pukul 01.25 WIB hingga 02.25 WIB.

Wesel merupakan komponen penting pada jalan rel yang memungkinkan kereta api berpindah dari satu jalur ke jalur lainnya. Karena itu, kondisi wesel harus terus dijaga agar dapat berfungsi sesuai standar teknis dan keselamatan.

Selain jalur rel dan wesel, KAI juga melakukan pemeriksaan detail jaringan Listrik Aliran Atas (LAA) pada jalur hilir Jatinegara–Pasar Senen Km 10+135 hingga Km 6+900.

Pemeriksaan tersebut berlangsung mulai pukul 02.05 WIB hingga 02.50 WIB untuk memastikan keandalan jaringan yang mendukung operasional kereta listrik.

“Rel, wesel, jembatan hingga jaringan Listrik Aliran Atas memiliki fungsi masing-masing dalam mendukung perjalanan kereta api. Seluruhnya perlu diperiksa dan dirawat secara konsisten agar tetap dalam kondisi andal,” jelas Franoto.

Menurutnya, pekerjaan yang dilakukan pada malam hingga dini hari merupakan bagian dari pola perawatan yang telah direncanakan. Pelaksanaannya mempertimbangkan keselamatan petugas, kebutuhan teknis pekerjaan serta keberlangsungan operasional perjalanan kereta api.

KAI Daop 1 Jakarta memastikan pemeriksaan dan perawatan prasarana dilakukan secara berkala sebagai bagian dari mitigasi risiko. Langkah preventif tersebut bertujuan mendeteksi potensi penurunan kondisi prasarana dan menanganinya sejak awal.

“Prinsipnya adalah menjaga keandalan prasarana. Melalui pemeriksaan dan perawatan yang dilakukan secara konsisten dan terukur, KAI berupaya memastikan prasarana tetap andal untuk mendukung perjalanan kereta api yang selamat, aman, dan nyaman bagi masyarakat,” tandas Franoto.

Reporter: Suhendi Soex

Exit mobile version