SUKABUMI, CIDAHU – Harga daging ayam potong di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi kembali mengalami kenaikan setelah dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali beroperasi usai libur panjang sekolah.
Salah seorang pedagang ayam potong di Kecamatan Cidahu, Anwar, mengatakan harga ayam eceran sebelumnya sempat turun hingga sekitar Rp30.000 per kilogram ketika operasional dapur MBG dihentikan sementara. Bahkan, di beberapa daerah harga jual disebut berada di bawah angka tersebut.
“Setelah dapur MBG kembali berjalan, sekarang harga ayam naik lagi menjadi sekitar Rp38.000 per kilogram,” kata Anwar, Kamis (16/07/2026).
Menurutnya, penurunan harga sebelumnya berdampak positif terhadap penjualan. Masyarakat cenderung membeli ayam dalam jumlah lebih banyak sehingga dagangan lebih cepat habis.
“Kalau harga murah pembeli lebih ramai. Saya juga lebih senang kalau harga daging terjangkau karena masyarakat bisa belanja lebih banyak dan dagangan cepat habis,” ujarnya.
Namun, setelah harga kembali naik, daya beli masyarakat mulai menurun. Kondisi tersebut membuat volume penjualan ikut berkurang dibanding saat harga masih rendah.
Hal senada disampaikan Tati (40), warga yang mengaku hampir setiap hari membeli daging ayam untuk kebutuhan keluarganya. Menurutnya, kenaikan harga membuat pengeluaran rumah tangga semakin besar.
“Kalau harganya murah saya senang, bisa beli sampai dua kilogram dan uang belanja masih bisa dipakai untuk kebutuhan lain. Tapi kalau mahal seperti sekarang, saya jadi lebih jarang membeli,” ungkap Tati.
Ia berharap harga ayam potong maupun kebutuhan pokok lainnya dapat kembali stabil sehingga tidak semakin membebani masyarakat.
“Saya berharap pemerintah bisa menurunkan lagi harga ayam potong dan harga kebutuhan pokok lainnya agar masyarakat tidak semakin terbebani,” tuturnya.
Pedagang berharap fluktuasi harga tidak berlangsung lama sehingga daya beli masyarakat kembali meningkat. Di sisi lain, warga juga menginginkan harga pangan tetap stabil agar kebutuhan sehari-hari dapat terpenuhi tanpa membebani anggaran rumah tangga.
Reporter: Chuba Yusuf
