Indeks

Ancaman Bencana Mengintai Sukabumi, Hulu DAS Cikaso Terdegradasi Parah

Tambang Liar di DAS Cikaso Sukabumi Ancam Bencana Ekologis Berkelanjutan

Penambang Liar di Sungai Cikaso, Sagaranten Sukabumi.

SUKABUMISATU.com, Sagaranten – Aktivitas penambangan liar di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Cikaso kian masif hingga memicu kecaman keras dari masyarakat. Kegiatan ilegal ini dinilai berpotensi mendatangkan bencana ekologis berkelanjutan akibat menyusutnya tutupan hutan dan tergerusnya sempadan sungai.

Laju erosi yang tinggi memicu sedimentasi parah hingga menyebabkan aliran sungai pendangkalan. Ironisnya, maraknya penambangan liar ini terjadi di tengah musim kemarau—momen di mana Sungai Cikaso menjadi satu-satunya pilar utama sumber air baku bagi warga di sekitar DAS.

Founder Komunitas Umbara Cikaso, Ali Wahyudin, menilai perlu adanya penanganan khusus berupa edukasi dan pendampingan bagi warga lokal yang terlibat. Menurutnya, desakan ekonomi dan minimnya pengetahuan lingkungan menjadi faktor pendorong utama maraknya aktivitas penambangan liar tersebut.

Meski begitu, Wahyu menyoroti kerusakan parah di kawasan hulu DAS Cikaso akibat alih fungsi lahan yang tak terkendali. Saat ini, hulu sungai disinyalir sudah kehilangan hutan lindung yang berfungsi sebagai recharge area atau daerah resapan air.

“Dampaknya sangat terasa pada fluktuasi debit air. Saat musim kemarau terjadi penyusutan debit yang signifikan, sementara di musim penghujan wilayah ini menjadi sangat rentan banjir dan erosi yang mengancam keselamatan warga,” ujar Ali.

Ia mengingatkan trauma bencana yang pernah menerjang kawasan tersebut pada penghujung tahun lalu.

“Kita sudah melihat contoh nyata pada Desember 2024 lalu, kerusakan hutan di hulu DAS berujung pada banjir dan longsor yang parah. Jangan sampai kejadian itu terulang lagi dan bahkan lebih parah,” tegasnya.

Menyikapi kondisi kritis ini, pihak Komunitas Umbara Cikaso mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengambil langkah konkrit dan tidak membiarkan perusakan alam terus berlanjut.

“Kami mendesak aparat penegak hukum untuk tidak tutup mata dan segera menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam penambangan liar serta pembalakan di DAS Cikaso,” pungkas Ali.

Reporter: Arismanto

Exit mobile version