Menelisik Pernikahan Hitler dan Mojang Cibadak Sukabumi: Fakta atau Sekedar Konspirasi?

dr. Georg Anton Pöch yang diduga sebagai Hittler dan Istrinya Sulaesih, Wanita asal Cibadak Sukabumi.

SUKABUMISATU.com, Cibadak — Klaim seputar keberadaan diktator Nazi Jerman, Adolf Hitler, yang disebut-sebut tidak tewas di Berlin melainkan kabur ke Indonesia dan menikah dengan wanita asal Cibadak, Sukabumi, terus menjadi perbincangan hangat dalam diskursus sejarah populer.

Teori konspirasi ini kembali mencuat setelah penulis dan peneliti independen asal Jerman, Horst Henry Geerken, meluncurkan karyanya yang menelusuri dugaan jejak Hitler di Tanah Air. Dalam narasinya, Henry mengklaim bahwa Hitler bersama Eva Braun berhasil meloloskan diri menggunakan kapal selam U-Boat saat Jerman di ambang kekalahan pada Perang Dunia II.

Pelarian Menggunakan U-Boat dan Identitas Dr. Poch

Menurut penuturan Henry, pangkalan kapal selam Jerman (Kriegsmarine) yang berada di Batavia (Jakarta) dan Surabaya pada masa pendudukan Jepang menjadi titik pendaratan Hitler. Untuk menyamarkan identitasnya di Indonesia, Hitler disebut mengubah namanya menjadi dr. Georg Anton Pöch (dr. Poch) dan bertugas sebagai tenaga medis di wilayah terpencil Sumbawa Besar.

Baca Juga  Truk Sampah DLH Mogok di Jalan Surya Kencana Cibadak, Sebabkan Kemacetan

Narasi konspirasi ini berlanjut pada kisah perkawinannya di Nusa Tenggara Barat. Setelah diklaim ditinggalkan oleh Eva Braun yang kembali ke Eropa, dr. Poch berkenalan dengan Sulaesih, seorang perempuan kelahiran Cibadak, Kabupaten Sukabumi, yang kala itu bekerja sebagai pegawai pemerintah daerah di Sumbawa.

Keduanya menikah pada tahun 1965. Dalam klaim yang disampaikan Henry, dr. Poch kemudian memeluk agama Islam hingga wafat pada 16 Januari 1970 di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, dan dimakamkan di TPU Ngagel Rejo.

Hubungan Cibadak dan Dokumen dr. Sosrohusodo

Nama Sukabumi—khususnya Cibadak—menjadi bagian sentral dalam babak akhir kisah ini. Sulaesih, mojang asal Cibadak tersebut, disebut-sebut menyerahkan sejumlah dokumen pribadi peninggalan dr. Poch, seperti surat-surat, paspor, hingga buku catatan harian, kepada dr. Sosrohusodo—sosok dokter pertama yang mencetuskan dugaan bahwa dr. Poch adalah Hitler pada era 1980-an.

Baca Juga  Kecelakaan Tabrak Lari di Cikukulu Sukabumi, Remaja Putri Tewas Diduga Terlindas Truk

Catatan kenangan Sulaesih mengenai sosok suaminya yang misterius, berdisiplin tinggi, serta memiliki pola makan vegetarian mendalamkan daya tarik cerita lokal ini di mata publik Sukabumi dan nasional.

Antara Mitos Populer dan Realitas Forensik

Meski narasi yang diusung Horst Henry Geerken menyajikan detail yang dramatis, mayoritas sejarawan arus utama dan komunitas peneliti sejarah seperti Neo Historia maupun LIPI membantah keras klaim tersebut.

Secara akademis dan forensik, konsensus sejarah internasional tetap memegang teguh fakta bahwa Adolf Hitler tewas bunuh diri bersama Eva Braun di bunker (Führerbunker) Berlin pada 30 April 1945. Bukti medis berupa analisis sampel gigi dan fragmen tengkorak yang diteliti oleh tim forensik internasional pada 2018 mengonfirmasi kematian Hitler di Jerman.

Sementara itu, sosok dr. Georg Anton Pöch teridentifikasi sebagai dokter asal Austria kelahiran 1895 yang memang bertugas di Indonesia dalam program bantuan medis era pascakemerdekaan.

Baca Juga  Simpang Ratu Cibadak Macet Parah, Antrean Kendaraan Mengular hingga 5 Kilometer

Kendati telah dibantah secara ilmiah, pertautan antara figur dunia Perang Dunia II, kapal selam Jerman di Nusantara, dan sosok perempuan asal Cibadak Sukabumi tetap menjadi salah satu urban legend sejarah paling memikat yang terus diperdebatkan hingga hari ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *