Indeks

2.000 Meter Persegi Lahan Alang-Alang di Warnajati Sukabumi Terbakar, Diduga Dibakar Oknum Tak Bertanggung Jawab

SUKABUMISATU.com, CIBADAK — Kebakaran melanda lahan milik warga di Kampung Pangapuan RT 003/RW 010, Desa Warnajati, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (26/9/2026) siang.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 11.45 WIB itu menghanguskan lahan yang ditumbuhi alang-alang. Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 2.000 meter persegi dari total lahan sekitar 4.000 meter persegi.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cibadak, Mawaldi, mengatakan api pertama kali terlihat oleh warga yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi. Kobaran api kemudian membesar dan merembet ke area alang-alang.

“Api sempat membesar dan merembet ke alang-alang. Warga panik karena khawatir merambat ke rumpun bambu dan kandang ayam,” kata Mawaldi dalam laporan P2BK Cibadak.

Warga bersama P2BK Cibadak kemudian berupaya memadamkan api secara manual. Meski sempat dinyatakan padam, api kembali muncul sehingga petugas berkoordinasi dengan Posko V Damkar Cibadak.

Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 12.14 WIB. Proses pemadaman sempat terkendala akses jalan menuju lokasi yang cukup sempit.

“Setelah dilakukan pemadaman bersama, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.40 WIB,” ujar Mawaldi.

Mawaldi memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat kejadian tersebut. Kondisi di lokasi juga dilaporkan aman setelah api berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Pemilik lahan diketahui bernama Atang. Berdasarkan informasi awal di lapangan, kebakaran diduga terjadi akibat lahan dibakar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Namun, dugaan tersebut masih perlu dipastikan lebih lanjut.

Penanganan di lokasi melibatkan P2BK Cibadak, Damkar Posko V Cibadak, perangkat Desa Warnajati, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, RT/RW, serta warga setempat.

Mawaldi mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama ketika kondisi vegetasi kering. Api dapat dengan cepat merambat dan sulit dikendalikan.

“Untuk kebutuhan penanganan, di lokasi masih membutuhkan selang air dan alkon sebagai peralatan pendukung apabila terjadi kejadian serupa,” pungkasnya.

Reporter: Suhendi Soex

Exit mobile version