SUKABUMI — Rencana pembangunan Alun-alun Cibadak di kawasan Lapang Sekarwangi mendapat dukungan dari sejumlah organisasi kemasyarakatan (Ormas) dan organisasi kepemudaan (OKP) di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menilai pembangunan tersebut merupakan bagian dari upaya menata kawasan sekaligus menghadirkan ruang publik yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Sendi setelah bertemu dengan perwakilan Ormas dan OKP dalam sosialisasi rencana pembangunan Alun-alun Cibadak di Kafe Warkopyor, Kelurahan Cibadak, Rabu (7/10/2026).
Menurut Sendi, pertemuan tersebut menunjukkan adanya keseriusan berbagai elemen masyarakat untuk ikut mengawal pembangunan Lapang Sekarwangi yang selama ini memiliki nilai historis bagi masyarakat Cibadak.
“Saya melihat komitmen besar dan keseriusan teman-teman ini. Ini langkah awal mereka untuk menciptakan sejarah, Lapang Sekarwangi menjadi identitas masyarakat,” ujar Sendi.
Dinilai Bisa Gerakkan Ekonomi Masyarakat
Sendi mengatakan keberadaan Alun-alun Cibadak nantinya tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fasilitas publik.
Menurutnya, kawasan tersebut juga diharapkan mampu menjadi ruang yang menghidupkan berbagai aktivitas masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha.
Karena itu, ia menilai dukungan dari Ormas dan OKP diperlukan agar pembangunan dapat berjalan dengan baik.
“Teman-teman Ormas dan OKP tidak ada alasan untuk tidak mendukung karena ini hidupnya untuk semua, dan bisa meningkatkan dan menggerakkan ekonomi untuk masyarakat kita,” katanya.
Sendi menambahkan, gagasan penataan Lapang Sekarwangi bukan merupakan cita-cita yang baru muncul. Rencana tersebut, kata dia, telah lama dibicarakan oleh para tokoh dan sesepuh masyarakat Cibadak.
“Ada identitas yang mereka bangun bersama, diimpikannya sudah sejak lama oleh para sepuh. Dan hari ini dieksekusi. Tolong bantu untuk menyelesaikannya,” ucapnya.
Ormas dan OKP Diminta Bangun Kesamaan Visi
Menurut Sendi, keterlibatan organisasi masyarakat dan kepemudaan tidak berhenti pada tahap sosialisasi.
Mereka diharapkan ikut membangun kesamaan visi mengenai arah pengembangan kawasan Cibadak ke depan, termasuk dalam mengawal proses pembangunan fasilitas publik tersebut.
Pembangunan Alun-alun Cibadak sendiri direncanakan dilakukan secara bertahap.
Pada tahap awal, sejumlah fasilitas yang direncanakan dibangun meliputi lapangan mini soccer, jogging track, area UMKM, gerbang utama, serta landmark Nayor.
KNPI Sebut 18 Ormas dan OKP Hadir
Ketua Pengurus Kecamatan KNPI Cibadak, Royan Aries, mengatakan pihaknya berupaya menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah daerah dengan Ormas dan OKP terkait rencana pembangunan tersebut.
Menurutnya, KNPI Cibadak mendukung program pemerintah karena pembangunan kawasan Cibadak dinilai berkaitan langsung dengan perkembangan wilayah.
“Tadi kami berupaya menjembatani pertemuan antara Pemda yang diwakili dinas dengan OKP dan Ormas. Kita di KNPI juga mendukung, karena ini program pemerintah,” kata Royan, yang akrab disapa Buroy.
Ia menilai pengembangan kawasan Cibadak membutuhkan dukungan berbagai elemen masyarakat.
“Enggak ada alasan untuk mendukung, memang harus berkembang. Tidak ada nada sumbang. Semua satu untuk kemajuan Cibadak,” ujarnya.
Royan juga menyebut jumlah organisasi yang hadir dalam pertemuan tersebut bahkan melebihi jumlah undangan awal.
Sebelumnya, KNPI Cibadak mengundang sekitar 15 OKP dan Ormas. Namun, dalam pertemuan tersebut tercatat 18 OKP dan Ormas yang hadir.
